Archive for February 5th, 2008

05
Feb
08

Tips merajut cinta dalam ukhuwah

Cinta kepada sesama dalam Islam adalah perasaan yang memancar karena adanya ketaqwaan dan bermuara kepada pengendalian yang kokoh dengan taliNya (i’tisham bi hablillah).

Maka cinta seperti itu hanya akan tumbuh dengan subur dalam ikatan mulia yang bernama ukhuwwah (persaudaraan) yang didasarkan sendi-sendi tersebut. Ikatan tersebut merupakan tujuan suci, cahaya rabbaniyyah sekaligus merupakan nikmat Ilahiyyah. Oleh sebab itu Allah hanya akan menuangkan cahaya dan nikmatnya pada hati dari setiap hambaNya yang mukhlis (ikhlash), mensucikan dan melindungi diri-mereka dgn akhlaq yang terpuji. Continue reading ‘Tips merajut cinta dalam ukhuwah’

05
Feb
08

Pandanglah wahai saudaraku !

Saudaraku, Perjalanan ini memang panjang dan melelahkan. Terkadang, mungkin kita terengah-engah kehabisan nafas untuk terus menapakkan kaki hingga sampai ke tujuan. Terkadang, mungkin kita terseok-seok merasa tak kuat dan hampir tertinggal oleh derap serta gerak para kafilah da\’wah itu. Terkadang, mungkin kita tersandung dan terjatuh oleh aral dan kesulitan perjalanan.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Tak satupun di antara kita yang tak pernah mengalami suasana perasaan seperti itu. Hampir semua kita, sekokoh apapun kepribadiannya, pasti akan mengalami situasi lemah dan merasa kekurangan tenaga. Memang demikianlah jiwa manusia, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah SAW dalam salah satu hadits shahih, bahwa keimanan itu ada kalanya bertambah dan berkurang. Ia bertambah karena amal shalih, dan berkurang karena kemaksiatan. Continue reading ‘Pandanglah wahai saudaraku !’

05
Feb
08

Aqidah Dan Perubahan

Oleh: Tate Qomaruddin, Lc.  

Rasulullah saw. bersabda, “Setiap Nabi mempunyai sahabat dan hawari yang selalu berpegang teguh dengan petunjuknya dan mengikuti sunnahnya. Lalu muncullah generasi pengganti (yang buruk) yang (hanya) mengatakan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan. Maka siapa yang berjuang (untuk meluruskan) mereka dengan tangannya, dia adalah mukmin. Dan barang siapa yang berjuang dengan lidahnya, maka ia adalah mukmin. Dan barangsiapa berjuang dengan hatinya, maka ia adalah mukmin. Dan tidak ada di belakang itu keimanan sedikit pun.” (Muslim)

Perubahan harus dikawal dengan aqidah islamiyyah. Aqidah islamiyyah memberi keuntungan yang luar biasa bagi individu yang mencita-citakan perubahan, seperti yang telah dijelaskan pada tulisan bagian terdahulu. Namun bukan itu saja. Aqidah islamiyyah juga punya peran besar dalam menciptakan ketenteraman dan keharmonisan kehidupan sebuah masyarakat. “Keimanan kepada Allah, Rasul-Nya, dan hari akhir serta berserah diri kepada Allah dan patuh kepada agama-Nya telah meluruskan semua yang bengkok di dalam kehidupan dan mengembalikan setiap individu dalam masyarakat manusia kepada kedudukannya, tidak mengurangi dan tidak pula melebih-lebihkan martabatnya,” tulis Maududi. (Kerugian Dunia Akibat Kemorosotan Kaum Muslimin Continue reading ‘Aqidah Dan Perubahan’

05
Feb
08

Dakwah manhaj salaf ??

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Ustadz, saya tertarik belajar Manhaj Salaf karena santunnya ustad yang ngajar dan mengajarkan suatu haq di katakan haq dan bathil di katakan bathil. Dan Ahlusunnah (wahaby kata ustad) yang benar tentu memang bersikap santun (walaupun ada beberapa yang vulgar).

Masalah dakwah diikuti atau tidak, lama atau cepat waktunya, tentu Allah yang menentukan. Bukankah ada nabi yang berdakwah lama, namun tidak mendapatkan umat satupun?!!

Kata Iman Ahmad ” Jika mengingkari kemungkaran hanya mendapat cacian dan hinaan, maka teruskan. Tentu disertai kesabaran. Syukron ustadz mohon tanggapannya

Istiyarso
iarso@yahoo.com

Jawaban

Continue reading ‘Dakwah manhaj salaf ??’

05
Feb
08

Komitmen dalam berjuang

Oleh: Alm. Ust. Rahmat Abdullah

Sebelum seorang manusia bekerja dan beramal, sebelum seorang muslim melakukan amal-amal yang banyak dalam kehidupannya; pertama-tama yang harus dimiliki adalah al-fahmu. Sebuah pemahaman yang benar tentang ad-dien, tentang agama ini. Sesudah itu, dia harus punya komitmen untuk melaksanakannya. Dia pun merawat amal itu dengan kesabaran dan memilih yang terbaik dari segala kemungkinan yang terbuka di depannya.

Ketika Allah membebaskan seseorang dari semisal kewajiban berperang, mempertahankan dan memperjuangkan Islam, seperti Rasulullah melaksanakannya, 27 kali pertempuran beliau pimpin langsung, 35 kali dipimpin oleh para sahabat, 62 kali perang besar, dengan belasan perang-perang kecil, semua bukan dilandasi nafsu, tapi semata-mata pelaksanaan perintah Allah swt. Bahkan untuk nafsu itu adalah hal yang tidak menyenangkan. Ada beberapa kelompok yang dibebaskan (tidak wajib) bertempur, yaitu perempuan, ibu-ibu, kakek-kakek, jompo-jompo, dan bayi-bayi. Barulah nanti menjadi fardu ‘ain kalau musuh masuk kota, sudah masuk di celah-celah rumah, isteri tidak perlu izin suami untuk bertempur, pembantu, budak tidak perlu izin tuannya untuk bertempur, semua sudah menjadi fardu ‘ain yang tidak bisa dihindari. Continue reading ‘Komitmen dalam berjuang’

05
Feb
08

Syarah Ushul Isyrin – Prinsip pertama (bag-1)

Pensyarah: Muhammad Abdullah Al-Khatib
الإسلام نظام شامل يتناول مظاهر الحياة جميعا فهو دولة ووطن أو حكومة وأمة وهو خلق وقوة أو رحمة وعدالة وهو ثقافة وقانون أو علم وقضاء وهو مادة وثروة أو كسب وغنى وهو جهاد ودعوة أو جيش وفكرة كما هو عقيدة صادقة وعبادة صحيحة سواء بسواء
Islam adalah satu sistem yang menyeluruh yang meliputi semua aspek kehidupan. Ia adalah daulah dan tanah air ataupun negara dan umat. Ia adalah akhlak dan kekuatan ataupun rahmat dan keadilan. Ia adalah peradaban dan undang-undang ataupun ilmu dan pengadilan. Ia juga adalah materi dan kekayaan alam ataupun kerja dan kekayaan. Ia adalah jihad dan dakwah ataupun ketentaraan dan fikrah. Sebagaimana juga ia adalah akidah yang benar dan ibadah yang sahih, kesemuanya adalah sama pengiktibarannya di sisi kita. (Risalah ta’lim, Rukun Al-fahm, Prinsip pertama, Hasan Al-Banna) Continue reading ‘Syarah Ushul Isyrin – Prinsip pertama (bag-1)’
05
Feb
08

Mewaspadai fitnah harta

Oleh: Tate Qomaruddin, Lc.

Rasulullah saw. bersabda, “Aku tidak khawatir kalian miskin, tetapi aku khawatir (kalian mendapatkan) dunia (lalu) kalian bersaing dalam urusan dunia itu.” (HR. Ahmad)

Begitulah Rasulullah saw. memperingatkan umatnya. Beliau menyampaikan kekhawatirannya tentang nasib umatnya sepeninggal beliau. Ternyata beliau tidak lebih khawatir dengan ujian dalam bentuk kenestapaan, kemiskinan, kekurangan dana. Yang lebih beliau khawatirkan justru manakala umat Islam diuji dengan sukses duniawi. Memang, kita sering kali kurang sadar bahwa sesungguhnya kebahagian, keberuntungan, keberhasilan, dan segala kebaikan adalah ujian dari Allah swt. Acapkali kita sadar sedang diuji manakala ujian yang datang berupa kenestapaan dan kepedihan. Padahal Allah swt. menegaskan, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” [QS. Al-Anbiya (21): 35] Continue reading ‘Mewaspadai fitnah harta’