
Penyerangan terhadap Gaza sebenarnya sudah direncanakan dalam waktu yang cukup lama, tetapi tanggal 27 Desember dipilih karena 2 alasan.
- Pertama, Menjelang berakhirnya kepemimpinan Mahmud Abbas yang sudah inkonstitusional. Tanpa penyerangan akan lebih tidak konstitusional lagi bila setelah 9 Januari dia masih menjabat.
- Kedua, sebelum atau menjelang dilantiknya Obama sebagai Presiden Amerika Serikat tanggal 20 Januari, agar dia tidak disibukkan dengna masalah-masalah luar negeri karena Obama akan lebih banyak mengurusi kebangkrutan ekonomi Amerika. Dia sendiri pun sebenarnya tidak terlalu peduli dengan urusan Palestina.
Diplomasi terakhir yang dilakukan Mahmud Abbas ketika dia datang ke Amerika, Mesir dan Saudi Arabia selama 2 bulan adalah bukan membicarakan tentang bagaimana mewujudkan perdamaian di Palestina tetapi tentang bagaimana nanti jika Israel melakukan serangan ke Gaza. Dan menurut Abbas itu (serangan Israel) terbaik bagi Gaza. Sebelum terjadinya penyerangan, Mahmud Abbas melancarkan operasi politik yang didukung oleh Jenderal Yahudi Amerika yang diutus sebagai penasehat militer Abbas di tepi barat. Dalam operasi politik itu Abbas melakukan beberapa penekanan terhadap hamas, seperti memenjarakan 660 qiyadah dan kader hamas dan melarang mengadakan perkumpulan dana-dana sosial dan apalagi menyalurkannya, melarang demonstrasi di Ramalah hingga melarang sholat jamaah dan berkumpul di masjid. Semua dilakukan untuk mempersiapkan serangan Israel ke Hamas. Continue reading ‘Fakta di balik agresi israel di jalur gaza (habis)’
