Archive for the 'Timur Tengah' Category

21
Feb
09

Hasan Al Banna, Orang Pertama Hidupkan Issu Palestina

Hasan al Banna adalah orang pertama yang menghidupkan issu Palestina dan menjadikannya sebagai issu central umat Israel. Demikian salah satu pendapat yang dilontarkan dalam sebuah seminar yang diadakan di Pusat Kajian dan Penelitian Palestina di Gaza, Kamis (19/02), yang mengambil tema “60 Tahun Syahidnya Imam Hasan al Banna. Acara ini dihadiri para ulama dan pemimpin lembaga dan organisasi Islam dan nasional serta para pemikir dan peneliti.

Dr. Muhammad al Hindi, petinggi Jihad Islam dan juga direktur Pusat Kajian dan Penelitian Palestina, mengungkap peran Hasan al Banna dalam issu Palestina. Al Hindi mengatakan, “Imam Hasan al Banna menjadikan Palestina sebagai prioritas perhatian dan istimewa. Beliau menganggapnya sebagai issu central umat ketika mengatakan, issu Palestina adalah persoalan seluruh dunia Islam. Palestina adalah jantung negeri-negeri kita. Menjadi penentu kemuliaan Islam.” Continue reading ‘Hasan Al Banna, Orang Pertama Hidupkan Issu Palestina’

20
Jan
09

Al-Qossam Bunuh 80 Serdadu dan Lessakan 980 Roket

Brigade Izzudin Al-Qossam, sayap militer gerakan Hamas menegaskan, pihaknya telah mampu memberikan pukulan keras terhadap musuh Zionis selama perang yang berlangsung 22 hari.

Juru bicara Al-Qossam, Abu Ubaidah dalam konferensi persnya hari ini (19/1) menyebutkan, dalam perang selama 22 hari tersebut, para mujahidnya telah menembak mati 49 serdadu Zionis dan melukai ratusan lainya. Itu belum termasuk korban mati akibat tembakan roket dan tembakan sniper. Dengan demikian diperkirakan jumlah serdadu Zionis yang tewas oleh pasukan Al-Qossam di medan pertempuran, tak kurang dari 80 orang. Jumlah ini belum termasuk korban mati akibat gempuran roket ke wilayah permukiman di sejumlah kota dan distrik Israel. Al-Qossam menantang milirter Israel mengumumkan kerugian sebenarnya yang terjadi di medan pertempuran.

Syuhada Al-Qossam

Dalam pada itu, Abu Ubaidah mengumumkan jumlah syuhada yang meninggal akibat gempuran roket Israel mencapai 1300 orang. Kebanyakan warga sipil yang terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua. Jumlah ini menunjukan bahwa perang ini tiada lain hanya pembunuhan warga sipil, sebagai realisasi dari Aqidah Talmud mereka.

Ia mengatakan, perlawanan yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Padahal Israel telah mempersiapkannya ini dalam dalam beberapa bulan sebelumnya. Abu Ubaidah menjelaskan, siapa yang membenarkan perang Israel dan menyebarkan kedustaan bahwa perang ini merupakan serangan balasan atas perlawanan, maka ia telah bersekutu dengan Zionis dan ikut bertanggung jawab dalam perang ini. Continue reading ‘Al-Qossam Bunuh 80 Serdadu dan Lessakan 980 Roket’

19
Jan
09

Haniyah: Kemenangan Historis Menuju Kemenangan Terbesar

Ismael Haniyah, PM Palestina mendeklarasikan kemenangan rakyat Palestina dalam perang melawan Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama 22 hari. Ia menyebut ini pertolongan Allah.

Dalam pidatonya di TV kemarin sore Ahad (18/1) ia menegaskan pasukan Israel harus meninggalkan Jalur Gaza secara penuh tanpa syarat apapun, membuka perlintasan, membebaskan Jalur Gaza dari blokade, tidak boleh ada lagi blokade setelah darah warga Jalur Gaza tumpah oleh kejahatan Israel. Ia menegaskan bahwa Palestina harus bekerja kembali menyempurnakan langkah-langkah yang sudah dimulai. Ia mengisyaratkan bahwa gencatan yang diumumkan oleh Palestina juga sebagai upaya memulai penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, pembebasan blokade dan pembukaan perlintasan.

Haniya yang menegaskan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah kemenangan rakyat, dunia internasional dan kemanusiaan menyatakan bahwa rakyat Palestina saat ini berada dalam episode sejarah dan kemenangan historis. Kemenangan ini dinilai sebagai pintu luas menuju kemenangan pasti yang paling besar. Yakni kemenangan yang berdasarkan kepada komitmen memperjuangkan hak-hak, prinsip-prinsipnya, membebaskan tanah Palestina, mendirikan negaranya yang merdeka dengan kedaulatan penuh dengan ibukota Al-Quds, membebasakan semua tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, kembalinya pengungsi ke kampung halaman mereka. Continue reading ‘Haniyah: Kemenangan Historis Menuju Kemenangan Terbesar’

19
Jan
09

Gaza Membentuk Perimbangan Kekuatan

Perjalanan konflik Arab Israel – seperti yang diisyaratkan oleh konflik Gaza saat ini – memberikan indikasi bahwa perlawanan Palestina merupakan jalan mewujudkan kemenangan Palestina dan kekalahan buat Israel.

Mungkin ada yang menertawakan statemen ini karena dianggap mimpi dan berhalusinasi mewujudkan kemenangan melawan Israel. Ada puluhan isyarat dan indikasi yang mendukung statemen di atas. namun cukup kita fokuskan pada tiga indikasi saja: kinerja kelompok perlawanan Palestina, target-target permusuhan Israel, dan sikap public Arab dan internasional.

Pertama, hingga saat ini perlawanan dari berbagai faksi di Palestina sangat kukuh dalam melakukan koordinasi, tenang, menyerang dengan tenang, percaya diri dan langkah yang penuh perhitungan. Mereka menggunakan senjata militer, media dan mobilisasi dengan pertimbangan yang seimbang. Para elitnya sangat baik dalam bersembunyi atau menampakkan diri, saat berbicara, tidak berlebihan ketika menyampaikan jumlah korban di kalangan musuh atau di barisan mereka sendiri. Continue reading ‘Gaza Membentuk Perimbangan Kekuatan’

19
Jan
09

“Wahai Api Jadilah Dingin dan Keselamatan Bagi atas Gaza”

Di tengah peristiwa dan bencana besar yang sedang berlangsung di Jalur Gaza patut kita berhenti sejenak untuk memikirkan sejumlah hakikat penting:

1. Allah sudah berjanji – dan tidak ada yang paling benar janjinya kecuali Dia – dan Rasul-Nya yang dipercaya bahwa umat Islam akan menang dan diberi kekuasaan. Islam akan menjadi pemenang di seluruh tempat. Namun untuk Palestina, Allah dan Rasul-Nya memiliki janji khusus. Beliau bersabda, “Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kalian memerangi Yahudi dan pohon-pohon dan batu-batu berkata: wahai Muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia. Kecuali gorqod karena ia pohon Yahudi,” (HR. Bukhari).

2. Konpirasi terhadap Palestina bukan hasil konflik hari ini. Ia adalah perang panjang yang diusung oleh manusia yang paling benci yang didukung oleh pihak-pihak dari luar dan dalam negeri. Konspirasi terhadap Palestina dari sisi media massa, militer dan politik sangat besar hingga akan menghilangkan gunung. Namun demikian kami menilai kekuatan adalah milik kebangkitan Islam dan para mujahidin dimana para pencintanya atau pembelanya tidak mampu menafsirkan kekuatan itu. Mereka tidak mampu menafsirkan kesabaran dan keteguhan pejuang Palestina dalam menghancurkan konspirasi itu. Karena tidak ada tafsir kecuali hadits Rasulullah, “Segolongan dari umatku akan terus berada dalam kebenaran, mereka akan terus berjuang melawan orang yang memusuhi mereka. Mereka seperti bejana makanan di antara para penyantapnya sampai Allah memutuskan (kemenangan bagi mereka) sementara mereka dalam kondisi seperti itu.” ‘Wahai Rasululah ; dimana mereka?’ “Mereka di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad). Continue reading ‘“Wahai Api Jadilah Dingin dan Keselamatan Bagi atas Gaza”’

19
Jan
09

Gaza; Benteng Terakhir dalam Perang Mengakui Israel

Perang kami dengan Israel dalam mengakui Negara zionis ini berlangsung sejak 1948; pengakuan terhadap tindakan pencaplokan terhadap bumi Arab. Di awal-awal, bangsa Arab bersatu menghadapi keputusan PBB nomor: 181 tahun 1948 soal pembagian wilayah Arab, terutama di Palestina. Di tahun 1948 itu kami terlibat perang membela Palestina, meski akhirnya kami kalah karena sebagian wilayah kami dijajah oleh kolonialis. Namun di awal-awal kami tetap berpegang teguh dengan sikap menolak Israel.

Kami tetap tegar meski tekanan dunia internasional dan kejahatan terhadap kami tahun 1956 dan 1967. Celah barisan kami mulai terbela ketika kami menerima keputusan PBB nomor 242 setelah perang 1967. Keputusan itu menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk eksis dengan konpensasi Negara zionis menarik diri dari wilayah yang sudah dijajah tahun 1967. Tapi kami tidak banyak bergantung karena keputusan KTT Arab di Khortum yang mengibarkan tiga “laa” “three no” “tidak untuk tiga hal; tidak untuk berdamai, tidak untuk berunding dan tidak untuk mengakui Israel. Sebab pada saat itu kami sibuk menyiapkan perang.

Pukulan telak pertama bagi bangsa Arab terjadi setelah perang 1973 ketika Anwar Sadat mengakui Israel dengan intimidasi dan maintaines Amerika sesuai dengan kesepakatan Cam David. Continue reading ‘Gaza; Benteng Terakhir dalam Perang Mengakui Israel’