
Hasan Al-Banna lahir di kota Al-Mahmudiyah, Propinsi Al-Buhairah, Mesir, pada tahun 1906. Bapaknya bernama Ahmad Abdurrahman Al-Banna, salah seorang ulama aktivis, yang memiliki kesibukan dengan ilmu-ilmu sunnah sehingga memiliki banyak karangan buku terutama dalam ilmu-ilmu hadits seperti kitab “Al-Fathu Ar-Rabbani li Tartiibi Musnad Al-Imam Ahmad”, sebagaimana orang tua Hasan Al-Banna juga memiliki keahlian dalam menjilid buku dan pekerjaan mereparasi jam, karena itu beliau memiliki julukan “Sa’ati”.
Hasan Al-Banna tumbuh dalam rumah yang kaya akan ilmu dan kebaikan, mendapatkan ilmu pertamanya di sekolah ibtidaiyah (SD) Ar-Rosyad Ad-Diniyah, kemudian setelah itu melanjutkan sekolah lanjutan (SMP) di kota Al-Mahmudiyah. Dan pada saat usia belia beliau sudah memiliki perhatian dengan amal Islam yang terstruktur, sehingga bersama dengan teman-temannya di sekolah, beliau mendirikan Jam’iyyah Al-Khalaq Al-Adabiyay (lembaga social tentang akhlak dan etika), kemudian mendirikan “Jam’iyah Man’u Al-Muharramat” (Lembaga Sosial Pelarangan tindakan haram), sebagaiman beliau juga mengenal tarikat sufiyah “Al-Hashofiyah, sehingga dirinya dapat memahami akan nilai-nilai zuhud, sofa (kesucian jiwa) dan tajarrud (totalitas). Continue reading ‘Imam Syahid Hasan Al-Banna dan Gerakan Ikhwanul Muslimin’

