Archive for the 'Ustadz Menjawab' Category

01
Apr
08

Syar’i kah berdakwah Melalui Parpol ?

artikel ini kami ambil dari rubrik ustadz menjawab situs eramuslim.com

Assalamualaikum wr wb.

Pak ustad, apakah benar bahwa dalam berdakwah dengan cara mengikuti paratai politik tidak syar’i. Dengan alasan bahwa cara berdakwah harus mengikuti cara rosululloh saw yang tidak mengikuti pemerintahan kaum quraes saat itu.

Jazakumulloh.

Mulya
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berdakwah lewat partai politik memang sering menimbulkan polemik. Ada yang setuju dan mendukung sekali secara mutlak, tetapi ada juga yang justru sangat antipati. Di tengah-tengahnya ada kalangan yang agak mengambang, antara mendukung dan tidak, semua dikembalikan kepada manfaat dan madharatnya.

Kalau mau dikembalikan ke zaman nabi Muhammad SAW, rasanya kita memang tidak menemukan sosok beliau sebagai aktifis partai. Bukan apa-apa, sebab memang tidak ada partai-partaian di masa beliau. Makkah memang tidak menganut sistem politik seperti di masa kita sekarang ini. Boleh dibilang sistemnya adalah kabilah dan suku, bukan pola semacam state atau negara, bahkan kerajaan pun juga bukan.

Maka kalau acuannya harus ada contoh teknis dari Rasulullah SAW, rasanya memang tidak akan ketemu dalilnya. Tapi apakah bila tidak ada contoh teknis acuan yang detail, lantas berpartai boleh dibilang bid’ah atau menyalahi sunnah? Continue reading ‘Syar’i kah berdakwah Melalui Parpol ?’

24
Mar
08

Khilafiyah, bukankah kebenaran hanya satu ??

artikel ini kami ambil dari rubrik ustadz menjawab situs eramuslim.com 

Pertanyaan  

Ustadz yang dirahmati ALLOH,

Bagaimana kita harus memandang masalah khilafiyyah, bukankah kebenaran itu hanya satu?, maksud ana, kalaupun di antara hal yang menjadi khilaf itu -katakanlah semua benar- bukankah di antaranya keduanya ada nash yang paling kuat, ambil contoh isbal di mana Ibnu Hajar dan Syaikh Bin Baz berselisih, dengan contoh tersebut bukankah ada nash paling kuat?, dan kewajiban kita mengikuti nash yang paling kuat itu.

Mohon penjelasannya.

JazakumuLLOH,

Mas Wiryo
Jawaban

Assalamu ‘alaikum waramatullahi wabarakatuh,

Kalau kita bicara pada konteks aqidah Islam yang bersifat asasi dan fundamental, maka prinsipnya kebenaran memang hanya ada satu. Pada masalah fiqhiyah yang bersifat qathi’i dan menjadi ijma’ para ulama, kebenaran memang hanya ada satu.

Namun ketika kita memasuki wilayah furu’ (cabang), kebenaran bisa menjadi banyak, karena pengaruh bias dalil yang ada. Boleh jadi nash atau dalil teks yang digunakan sama, namun cara mengambil kesimpulannya berbeda. Seperti dalam masalah quru’, yaitu masa iddah seorang wanita yang ditalak suaminya. Bahkan terkadang ada beberapa nash dalil yang keshahihannya diperselisihkan, seperti masalah shalat tasbih. Continue reading ‘Khilafiyah, bukankah kebenaran hanya satu ??’

05
Feb
08

Dakwah manhaj salaf ??

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Ustadz, saya tertarik belajar Manhaj Salaf karena santunnya ustad yang ngajar dan mengajarkan suatu haq di katakan haq dan bathil di katakan bathil. Dan Ahlusunnah (wahaby kata ustad) yang benar tentu memang bersikap santun (walaupun ada beberapa yang vulgar).

Masalah dakwah diikuti atau tidak, lama atau cepat waktunya, tentu Allah yang menentukan. Bukankah ada nabi yang berdakwah lama, namun tidak mendapatkan umat satupun?!!

Kata Iman Ahmad ” Jika mengingkari kemungkaran hanya mendapat cacian dan hinaan, maka teruskan. Tentu disertai kesabaran. Syukron ustadz mohon tanggapannya

Istiyarso
iarso@yahoo.com

Jawaban

Continue reading ‘Dakwah manhaj salaf ??’

24
Jan
08

Apakah Landasan Syar’i Kita Boleh Berpolitik?

Asaalaamu’alaiku, Ustadz.

Saya mau tanya, apakah ada dalil yang menyatakan kita boleh berpolitik? Jika ada, apakah ada adab-adab yang harus dipenuhi. Jazakallah.

Wassalaamu’alaikum,

Nanik Sugiyani
matahari
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebelum menjawab pertanyaan ini, seharusnya dijawab dulu pertanyaan yang sebelumnya, “Adakah landasan syar’i dari haramnya berpolitik?”

Mungkin titik pangkalnya adalah dalam batasan istilah politik itu sendiri. Di mana sebagian orang memandang politik dalam arti yang terlalu sempit serta cenderung menampilkan politik dalam wajah negatifnya. Seperti keculasan, penindasan, perebutan kekuasaan, pembunuhan, perang dan ceceran darah. Continue reading ‘Apakah Landasan Syar’i Kita Boleh Berpolitik?’

15
Jan
08

Mudahnya Memvonis Golongan Lain Bid’ah

Assalamu’laikum ya ustadz.

Saya mau bertanya. Mengapa kelompok salafi begitu mudahnya memvonis kelompok lain bid’ah. Seperti memvonis para pendakwah dari yang orang bilang kelompok jamaah tablig. Padahal mereka sering kali berdakwah sampai kepelosok untuk menyebarkan ajaran Allah dan RosulNya.

Terima kasih ustadz. Wassalam. Continue reading ‘Mudahnya Memvonis Golongan Lain Bid’ah’

08
Jan
08

Adakah Berpolitik dan Berpartai Dicontohkan Nabi dan Sahabat?

Ustadz, ana ingin bertanya.

Kalau dilihat dari realita yang sekarang, banyak sekali partai yang mengatas namakan partai Islam (PKB, PKS, PAN dan lain-lain) sehingga sebagai seorang muslim ada yang mewajibkan harus memilih salah satu dari beberapa partai tersebut atau bahkan sama sekali tidak memilih.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana sesungguhnya atau sebenarnya dilihat dari sudut pandang Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam hal berpolitik/berpartai? Ada nggak contohnya dari Nabi dan para sahabat? Mohon penjelasan, jazakumulloh khoiron katsiron. Continue reading ‘Adakah Berpolitik dan Berpartai Dicontohkan Nabi dan Sahabat?’

08
Jan
08

Haramkah berpartai ??

Assalamu’alaikum,

Yth. Pak Ustad, saya mendapatemail dari teman tentang Fatwa Ulama yang mengharamkan berada dalam partai (hizbiyah).

Berikut kutipan Fatwanya:

Lajnah Da`imah lil Ifta’ (Komite Tetap Urusan Fatwa) yang diketuai oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullahu yang beranggotakan:
Syaikh Abdur Razaq Afifi Rahimahullahu, Syaikh Abdullah bin Ghudayyan dan Syaikh Abdullah bin Hasan bin Qu’ud menjawab tentang haramnya hal ini di dalam fatwa no 1674 (tanggal 7/10/1397) sebagai berikut:

“Tidak boleh memecah belah agama kaum muslimin dengan bergolong-golongan dan berpartai-partai… karena sesungguhnya perpecahan ini termasuk yang dilarang oleh Allah, dan Allah mencela pencetus dan pengikut-pengikutnya, serta Allah janjikan pelakunya dengan siksa yang pedih. Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” [Ali Imran: 103]

Benarkah Fatwa tersebut? Terima kasih atas jawabannya. Continue reading ‘Haramkah berpartai ??’