Apa yang diperbuat Iraq terhadap Amerika Serikat

Tahun 1999, seorang insinyur kimia Irak tiba di Jerman melarikan diri dari rezim mantan presiden Sadam Husain. Ia masuk ke Jerman secara illegal. Ketika ditangkap pihak keamanan, ia berusaha meyakinkan pejabat Jerman agar tidak dideportasi. Ia mengaku mengetahui rahasia pabrik kimia yang digunakan untuk memproduksi senjata pemusnah massal. Jerman meyakini menemukan harta karun. Dari insinyur ini mereka mengungkap informasi detail soal industri dalam truk yang berjalan yang diseret oleh mobil di padang pasir.

Jerman kemudian mentransfer informasi ke sekutunya, Amerika Serikat yang memiliki kepedulian besar dalam hal ini. Mereka minta bertemu dengan insinyur Irak tersebut. Namun Jerman tidak memperkenankan Amerika Serikat bertemu dengannya. Mereka hanya memberikan informasi.

Atas informasi-informasinya inilah Amerika Serikat mengambil langkah politiknya dalam menginvasi Irak. Dalam laporan intelijen rahasia yang diserahkan kepada presiden Bush Desember 2002 menegaskan untuk pertama kalinya bahwa Irak memiliki senjata kimia yang memiliki kemampun pembunuh massal. Laporan ini kemudian menjadi salah satu landasan Bush dalam pidatonya di Januari 2003; bahwa Irak memiliki industri khusus senjata bakteri. Informasi ini didukung oleh gambar yang diambil oleh pesawat pengintai Amerika Serikat yang menemukan kontener Irak diparkir di padang pasir yang menyeret “isi” yang ditengarai sebagai pabrik kimia dan bakteri berbahaya.

Pihak Jerman memberi nama bagi agen Irak itu “Carpool” dan diberi fasilitas materi yang melimpah. Tak ada satu pun orang yang meragukan kebenaran informasi Carpool, bahkan sampai dikultuskan. Jerman bagi Amerika Serikat adalah sumber informasi. Sebab setelah setelah gagal mencari informasi ke sana kemari terkait peristiwa 11/9, Amerika Serikat membutuhkan penopang keputusan-keputusannya di Gedung Putih. Namun Amerika Serikat tidak pernah berfikir mengecek kebenara infromasi dari CURVEBALL. Sampai akhirnya di tahun 2004 setahun setelah invasinya ke Irak terungkap bahwa informasi selama ini yang ia dapat tidak memiliki bukti kebenaran. Tujuan satu-satunya “CURVEBALL” hanya mempengaruhi pejabat Jerman agar ia diberikan suaka politik.

CIA kemudian mengakui dirinya berhasil dikelabui oleh insinyur Irak CURVEBALL yang sebelumnya menipu Jerman. Kisah CURVEBALL dikutip dalam buku baru penulis Amerika Bob Dorgin dengan judul “CURVEBALL: agen, kedustaan lelaki biang peperangan”
Benarkan ia penyebab perang atas Irak? Atau ia hanya meramu informasi yang memang dibutuhkan oleh Amerika Serikat untuk memerangi Irak.

Penulis mengatakan, benar CURVEBALL mampu menghimpun kebenaran dan fiktif kepada Jermah dan Amerika Serikat. Namun Intelijen Amerika Serikat membesar-besarkan laporan.
Buku tersebut tidak memberitakan akhir nasib insinyur Irak tersebut. Namun sebenarnya ia hanya orang yang pintar meramu informasi soal sesuatu yang belum dilihatnya.

CIA sendiri yang gagal menghimpun informasi soal pelaku peristiwa 11/9 juga gagal mengecek kebenara informasi dari CURVEBALL yang sesungguhnya hanya mencari suaka politik dari Jerman. Meski demikian CURVEBALL dituding bertanggungjawab dalam:
– Menyesatkan badan intelijen Jerman
– Menyesatkan badan intelijen Amerika Serikat
– Penyebab perang Amerika Serikat atas Irak
Pertanyaannya, apakah masuk akal satu orang saja menyebabkan tragedy hebat abad ini?

Juli 2007 bulan ini, 34 pimpinan gereja Angelia Amerika mengajukan memo kepada presiden Bush – bisa jadi ini pertama kalinya dalam sejarah hubungan erat antara gedung putih dan gereja. Gereja Angelia menyerukan kepada presiden Bush agar melihat konflik “Israel” – Arab secara seimbang dan tidak melihat konflik dengan prespektif “tanpa batas” “tanpa syarat” dalam hal materi, militer dan politik. Gereja mengingatkan kesalahan-kesalahan, pelanggaran Amerika Serikat terhadap undang-undang dan perjanjian internasional. Ajakan gereja ini menunjukkan perubahan prinsip agama yang dianut gereja Angelia terutama soal keimanan akan “Israel” sebagai ungkapan kemauan tuhan dan dukungannya akan mengundang berkah bagi Amerika.

Perubahan lain, memo tersebut menyatakan bahwa perang atas Irak – yang membebani pajak Amerika sebesar tiga milyar setiap pekan – yang bertanggungjawab adalah loyalitas mutlak Amerika Serikat terhadap “Israel”. Amerika Serikat sebenarnya tidak memiliki keuntungan dari perangnya atas Irak dan keuntungannya hanya untuk “Israel”. Namun tidak semua pihak pimpinan gereja Angelia memiliki pandangan seperti ini. Padahal suara Bush banyak dikeruk dari dukungan gereja. (infopalestina)

This entry was posted in Tsaqofah. Bookmark the permalink.