Qadhiyah Palestina dan Masa Depan Umat

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun, 2-2-2008

Penterjemah: Abu Ahmad

Segala puji hanya milik Allah Tuhan Semesta Alam, shalawat dan salam semoga tercurah pada penghulu para mujahidin, imam para nabi dan rasul, yang diutus sebagai sekalian alam, beserta keluarga dan para sahabat, salam kesejahteraan yang berlimpah bagi mereka semua. Selanjutnya…

Saat ini bukti nyata telah tampak dan terbuka lebar di mata seluruh dunia yang membuat malu mereka memiliki hati, khususnya setelah peristiwa yang fenomenal yang terjadi di Gaza, dan bagi kita tidak ada bayangan kecuali meneropong dengan pandangan ke depan akan masa depan umat kita (umat Islam), tergugah dan tergerak setelah peristiwa yang terjadi di Gaza berupa penghancuran blokade yang merupakan bagian dari tanggungjawab kita yang besar, kita menginginkan bahwa umat Islam keluar dari penderitaan yang selama ini dialami; baik berupa kedzaliman, penindasan dan penjajahan, serangan-serangan yang terencana dan konspirasi permusuhan terhadapnya; guna mendapatkan kekuatan, menghilangkan dan menghancurkan duri-duri penghalang serta membersihkan qadhiyah Palestina sebagai pusat dan inti permasalahan.

Inilah Kejahatan Zionis

Adalah merupakan kewajiban secara syar’i dan sangat urgen; baik dari sisi kemanusiaan, kebangsaan dan kenegaraan untuk serempak bersikap secara lantang dan keras terhadap kejahatan Zionis yang terus berlangsung hingga saat ini, begitupun dengan pendukungnya; baik Amerika dan Eropa, dan juga partisipasi bangsa arab yang selalu diam serta kemandulan umat diseluruh dunia secara keseluruhan dalam menerapkan satu statement dari statement-statement yang dikeluarkan oleh PBB, atau bersikap dengan tegas terhadap kebrutalan Zionis yang telah menghancurkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip; untuk mempertahankan Negara Zionis dan melakukan serangan militer; baik darat, laut dan udara, melakukan blokade yang keji sejak beberapa bulan lamanya, kemudian melakukan blokade secara menyeluruh dan melarang penduduk Gaza untuk mendapatkan perbekalan baik listrik, makanan dan obat-obatan selama 5 hari berturut-turut sehingga hampir mengalami krisis kemanusiaan pada semua tingkatan yang mencapai satu setengah juta jiwa.

Kejahatan ini merupakan bentuk pelecehan terhadap berbagai perjanjian international dan perjanjian kemanusiaan, terutama terhadap blokade di daerah Diffah bagian barat dan merubahnya menjadi tempat yang terisolir dengan warga lainnya, melakukan secara terus menerus yahudisasi Al-Quds, meningkatkan pendudukan, merampas tanah. Dan kejahatan ini mencapai puncaknya – setelah melakukan kejahatan dalam proses penangkapan, pembunuhan, menutup jalan dan melakukan blokade – kepada usaha melakukan pembersihan penduduk dengan menjadikan Gaza bagian dari Mesir dan memperluas batas geografi dengan membuat Gaza bagian dari kota Sinai yang terletak di Mesir; sehingga warga Gaza dan Plaestina berusaha dengan sekuat tenang melakukan perlawanan!!

Orang-orang yang menyerah juga berpartisipasi dalam membumi hanguskan qodhiyah Palestina!!

Apakah mereka-mereka yang menyerah dengan nama perundingan dan proyek yang samar-samar – khususnya setelah muktamar Annapolis – menyadari bahwa kejahatan Zionis selamanya tidak akan memberikan kebebasan kepada Palestina dan memiliki pemimpin?! Bahwa mereka selalu melakukan dan selalu berusaha memecah belah persatuan barisan Palestina, bahkan melakukan pengusiran terhadap 48 warga arab dari bumi Palestina, mencegah hak mereka untuk kembali yang selalu dimimpikan oleh para pengungsi di daerah yang bercerai berai, bahka berusaha dengan sungguh-sungguh mengakhiri perlawanan dan membunuh para petinggi-petingginya?!

Jika mereka semua tidak mau sadar juga dan menganggap bahwa dukungan sebenarnya buka pada kekuatan internasional, maka hal itu merupakan kemenangan dari Allah SWT “dengan pertolongan Allah, yang selalu menolong hamba yang dikehendaki dan Allah Maha Perkasa dan Maha Pengasih” (Ar-Ruum: 5), dan dari dukungan dan pilihan para pelaku perlawanan menuju kemerdekaan bumi Palestina dan mneyelamatkan Al-Quds… saya sampaikan: “Sebenarnya mereka ikut berperan serta dalam mewujudkan tujuan-tujuan Zionis, berperan serta dalam menyelesaikan qodhiyah Palestina dalam memerangi dan membinasakan bangsa Palestina; hal tersebut merupakan kejahatan yang paling berbahaya dan melawan undang-undang umum internasional.

Sampai kapankah harus menyerah?!

Hari ini telah hancur 10 tahun perjalanan perundingan dengan sia-sia, bahkan binasa proyek penyerahan diri, tidak ada pilihan lain kecuali melakukan perlawanan yang diarahkan pada serangan-serangan yang menakutkan kepada musuh – Zionis -, membuat takut pandangan mereka tentang keamanan, hingga kepada menurunnya jumlah perjalanan turis (traveling) dan meningkatnya jumlah yang pergi meninggalkan bumi Palestina, dan menjadi kota Gaza seperti orang pusing yang melekat di kepala para pemimpinnya.

Dari sisi lain bangsa Palestina menyerahkan beberapa pilihan – semenjak intifadhah hingga sekarang – korban mencapai 4900 syahid, 70 ribu terluka; bahkan sekitar 1500 mangalami cacat tetap, namun demikian mereka tidak pernah mundur dari pilihannya bagaimanapun kondisinya, sampai kapan harus menyerah dan menyia-nyiakan hak dan meninggalkan keutuhan bumi Palestina?!

Kita harus mengembalikan qadhiyah Palestina kepada sejarahnya pertama kali dengan menghilangkan penjajahan jika waktu masih panjang, dan hal tersebut tidak akan sempurna kecuali dengan berpegang teguh dengan memilih perlawanan yang dimulai dengan menghancurkan blokade yang kuat, menggelorakan semangat ideologi, politik dan propaganda untuk menghancurkan, menghadirkan berbagai macam dukungan bantuan, harta dan spiritual untuk mengakhirinya, dan dengan izin Allah akan memberikan hasil yang diharapkan yaitu merdekanya bumi Palestina selama kita terus berada dalam saru barisan dalam menghadapi konspirasi Zionis.

Peran kongkrit bangsa Arab dan Umat Islam

Ucapan selamat, penghargaan, dan hormat terhadap peran yang berani yang kami dapatkan dalam intifadhoh umat terhadap bangsa dan umat Islam, yang keluar berteriak di hadapan rendahnya dan hinanya para pemimpin dengan membuka blokade dan meruntuhkan tembok; yang mampu memberikan pengaruh yang sangat kuat dalam menekan para pemimpin arab dan umat Islam.

Sikap-sikap seperti ini harus terus didukung dan diberikan semangat; untuk memberikan jaminan dan semangat kepada masyarakat dan memberikan loncatan melalui berbagai pertolongan bagi ikhwan kita Palestina di daerah Gaza, dan mengajak para ikhwah yang berselisih pendapat pada pentingnya dialog yang memberikan solusi perbaikan bagi bangsa Palestina; dengan cara kesatuan barisan, kesatuan persepsi, membuka blokade dan menghilangkan berbagai hambatan yang dialami oleh penduduk Gaza.

Ucapan selamat khusus kepada bagsa Palestina

Khusus bangsa Palestina yang tegar dan tegas, teguh dan sabar dalam menghadapi penjajahan, cukuplah kepada mereka untuk disampaikan bahwa:

• Telah terbit di dalam diri umat ruh baru melalui penghancuran blokade dan menuntut kemerdekaannya sekalipun banyak rintangan, melalui renovasi dengan menolak untuk kembali kepada penjara blokade, sekalipun pencarian akan kehendak untuk menembus alam kebebasan (Refah) dan tembok-tembok yang dzalim di tangan Zionis.

• Umat juga diingatkan dengan menuntut dibukakan batas teritori Negara-negara kami baik Negara arab dan Islam; karena permasalahannya tidaklah lain kecuali statement politik yang berani dan tegas; kerena kehendak lembaga-lembaga harus tunduk dan mengikuti kehendak bangsanya, ketegarannya dan semangat untuk memperbaikinya.

• Umat disatukan pada qodhiyah yang satu yaitu kemerdekaan bumi dan melakukan perlawanan terhadap penjajah… qadhiyah ini yang mampu membangkitkan kembali untuk hidup bagi bangsa kami dan umat Islam secara keseluruhan, khususnya bumi Iraq dan Afghanistan yang sampai saat masih dijajah, dan Somalia dan Sudan yang kokoh dan tegar dihadapan konspirasi serta Negara-negara yang sedang dibicarakan dan didzalimi diberbagai belahan dunia.

• Memberikan contoh dan tauladan dalam mendukung dialog dan persatuan barisan tanpa syarat, seperti yang dilakukan oleh Zionis dalam mendikte para penguasa, memperkuat duri penghalang yang sia-sia dengan menggunakan qadhiyah ini, sekalipun kebutuhan untuk merekonstruksi kembali rumah-rumah dalam menghadapi proyek Amerika dan Zionis.

Palestina… adalah qadhiyah utama kita

Kita akan menjadikan Palestina sebagai Qadhiyah utama kita, yang menyatukan dunia kita; baik arab dan Islam; sehingga mampu mewujudkan janji Allah untuk membebaskannya, selama kita berpegang teguh pada tsawabit dan menunaikan peran kita bersamanya, mendukung dengan segala yang kita miliki selama bangsa kita dalam satu barisan dan berpegang teguh pada pilihan melakukan perlawanan “Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (At-Taubah: 120).

Apakah akan datang suatu hari yang di dalamnya memberikan kejayaan bagi bagsa Palestina untuk sampai pada kemerdekaan dan kepemimpinan yang penuh terhadap negerinya dan urusan rumah tangganya dengan sendirinya? Dan apakah tidak ada balasan dari negera-negara Arab dan Islam akan dukungan dan bantuannya dalam mewujudkan kebutuhan-kebutuhannya dan memberikan pasokan api, listrik, gas dan obat-obatan yang jauh dari kejahatan pendudukan Zionis? Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”. (Al-Isra: 51)

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas nabi Muhammad saw beserta keluarga dan para sahabatnya, dan segala puji hanya milik Allah Tuhan Semesta Alam.

Home | Tsaqofah

This entry was posted in Tsaqofah. Bookmark the permalink.