Fakta di Balik Agresi Israel di Jalur Gaza (bag-1)

hamas20march20w20flag20420232004

Sejak kemenangan Hamas pada Pemilu demokratis di penghujung tahun 2005, Israel yang didukung sekutunya (Negara-negara Arab, Eropa dan Amerika) melakukan berbagai cara untuk menekan Hamas. Mulai dari menutup seluruh pintu masuk ke Gaza, menciptakan kelaparan dan sebagainya. Tetapi semua upaya itu gagal dan tidak membuat Hamas lumpuh. Penyerangan dilakukan karena dilatarbelakangi setidaknya oleh 4 hal, baik alasan internal Palestina sendiri, kepentingan politik dalam negeri Israel, kepentingan politik Negara-negara Arab dan barat.

  1. Pertama, dari internal Palestina, masa jabatan Mahmud Abbas akan berakhir 9 Januari 2009. Maka dia harus segera demisioner lalu digelar Pemilu untuk memilih penggantinya. Sebelum pemilu bida diselenggarakan, dalam konstitusi Palestina harus ada pemerintahan pengganti dan itu adalah ketua parlemen. Sedangkan ketua Parlemen sendiri adalah Hamas yang menjadi musuh Abbas selama ini. Dengan demikian, mereka (Fatah) meminta kepada Israel untuk melakukan serangan militer, hingga kondisi menjadi serba darurat dan Mahmud Abbas bisa tetap berkuasa.
    Sebelum upaya ini dilakukan, Mesir sebagai sudah melakukan penekanan terhadap hamas sedemikian rupa dengan menutup rafah dan sebagainya agar Hamas menerima usulan perpanjangan Presiden Mahmud Abbas selama 1 tahun. Maka Mesir pun merencanakan pertemuan pada Bulan November untuk menghasilkan kesepakatan tersebut. Namun pihak Hamas menolak untuk hadir ke kairo sehingga rencana perpanjangan masa jabatan Abbas menjadi gagal.
  2. Kedua, alasan politik internal Israel. Pada Februari Israel akan menyelenggarakan Pemilu dan di sana akan ada persaingan antara partai Ehud Olmert dan Menlu Tzipi Livni serta Menteri Militer Ehud Barack. Ehud Olmert sendiri terancam kehilangan pemilih karena saat ini dia tengah menghadapi kasus korupsi. Untuk meningkatkan popularitas dan memenangkan Pemilu, maka dilakukanlah penyerangan ini. Sebab popularitas para politisi di Israel semakin meningkat ketika mereka bisa membunuh banyak orang Palestina. Dan perdana menteri, menlu serta menteri peperangan ini berlomba-lomba untuk menaikkan popularitas.
  3. Ketiga, alasan politik dunia Arab. Negara-negara Arab di sekitar Palestina yang disetir oleh Amerika seperti Yordania, Mesir dan Negara-negara Teluk begitu takut dengan kemenangan Hamas. Sebab hampir di seluruh Negara Arab pengaruh politik ikhwanul muslimin begitu kuat sementara para pemimpin Negara-negara Arab telah menyatakan perang terhadap ikhwanul muslimin. Peredaman terhadap gerakan ikhwan yang dilakukan Negara-negara Arab selama ini akan mengalami kesulitan ketika ternyata di Palestina, di negara terjajah gerakan da’wah Ikhwanul Muslimin justru menang. Kemenangan Hamas sangat berbahaya karena dikhawatirkan bisa menular ke Negara-Negara lain sehingga upaya peredaman terhadap gerakan da’wah menjadi sia-sia. Atas alas an itu, Negara-negara Arab cenderung mengorbankan Palestina dengan seakan-akan mengatakan kepada Israel : “Ayo serang Hamas, kami akan diam dan tidak melakukan apa pun asalkan Hamas bisa diberangus karena Hamas akan berpengaruh pada gerakan da’wah di negara-negara Arab lainnya.”
  4. Keempat, masyarakat dunia terutama uni Eropa dan Amerika mengidentikan Hamas dengan teroris. Paska serangan 11 September 2001 mereka begitu menggencarkan gerakan anti terorisme hingga dibuatlah Undang-Undang anti terorisme. Dengan demikian, menurut UU mereka apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina tidak melanggar UU. Karenanya penyerangan terhadap Hamas sangat mereka dukung sebab Hamas bagi mereka adalah bentuk eksperimen kaum fundamentalis di Palestina

bersambung ..

rek2

This entry was posted in Tsaqofah. Bookmark the permalink.