Hasan Al Banna, Orang Pertama Hidupkan Issu Palestina

Hasan al Banna adalah orang pertama yang menghidupkan issu Palestina dan menjadikannya sebagai issu central umat Israel. Demikian salah satu pendapat yang dilontarkan dalam sebuah seminar yang diadakan di Pusat Kajian dan Penelitian Palestina di Gaza, Kamis (19/02), yang mengambil tema “60 Tahun Syahidnya Imam Hasan al Banna. Acara ini dihadiri para ulama dan pemimpin lembaga dan organisasi Islam dan nasional serta para pemikir dan peneliti.

Dr. Muhammad al Hindi, petinggi Jihad Islam dan juga direktur Pusat Kajian dan Penelitian Palestina, mengungkap peran Hasan al Banna dalam issu Palestina. Al Hindi mengatakan, “Imam Hasan al Banna menjadikan Palestina sebagai prioritas perhatian dan istimewa. Beliau menganggapnya sebagai issu central umat ketika mengatakan, issu Palestina adalah persoalan seluruh dunia Islam. Palestina adalah jantung negeri-negeri kita. Menjadi penentu kemuliaan Islam.”
Tidak hanya itu, ungkap al Hindi, al Banna juga menggalang aksi demonstrasi di jalan-jalan Kairo dengan mengangkat slogal “Palestina adalah Arab dan Islam”. Hal ini dilakukan sebagai respon atas pernyataan perdana menteri Mesir al Nahas Pasha ketika ditanya pendapatnya tentang revolusi di Palestina tahun 1939 dan mengatakan, “Saya perdana menteri Mesir bukan Palestina.” Hasan al Banna juga menyerukan diadakannya konferensi Arab pertama untuk mendukung Palestina.

Al Hindi menyatakan Imam al Banna mengetahui hakikat dan dimensi konflik di Palestina. Dia juga mengetahui betul hakikat koalisi Barat – Zionis terhadap umat ketika dia mengaitkan antara Inggris dan Yahudi. Dia menyatakan bahwa Inggris dan Yahudi tidak akan memahami kecuali satu bahasa yaitu bahasa revolusi, kekuatan dan darah.

Al Hindi menambahkan, “Pada tahun 1947, Imam al Banna menolak pembagian wilayah yang dikeluarkan PBB. Dia menyampaikan seruan kepada seluruh umat dan Ikhwan secara khusus untuk menunaikan kewajiban jihad atas tanah Palestina. Untuk menjaga kearaban dan keislamannya. Al Banna mengatakan, “Al Ikhwan al Muslimun akan mencurahkan nyaa dan dana mereka dalam jihad mempertahankan setiap jengkap tanah Palestina sampai Allah mewarskan bumi beserta orang yang ada di atasnya.” Hal itu dia sampaikan dalam menghadapi setiap orang yang ingin berlepas dari komitmen dan tanggung jawabnya terhadap persoalan Palestina dengan berbagai macam dalih dan alasan.

Al Hindi melanjutkan, “Pada tahun 1948, ketika dideklarasikan berdirinya entitas Zionis Israel, Imam al Banna mengambil keputusan mengirim brigade mujahidin dari Ikhwan ke Palestina. Meskipun dia tahu entitas Zionis Israel akan berdiri dan tetap berdiri. Namun demikian dia telah mengirim mujahidin dalam rangka menunaikan kewajiban. Agar mereka menjadi saksi pada periodenya dan menjadi dasar bagi yang akan datang dari sikap-sikap jihad, kepahlawanan, keteguhan dan pembebasan.”

Sementara itu Dr. Abdul Aziz Sakaki mengatakan, “Imam al Banna telah menciptakan dakwah yang menyebar di seluruh pelosok dunia. Dialah orang pertama yang menghidupkan isu Palestina yang kala itu tidak seorang pun mengetahui tentangnya. Dia pula yang menggalang perang di Palestina dengan menyumbangkan ribuan mujahidin. Dia pun diperangi Inggris dan partai-partai di Mesir sampai akhirnya dia terbuduh syahid oleh senjata pengkhianat.”

Dia menambahkan, “Senjata yang digunakan untuk membunuh al Bana adalah senjata yang sama untuk membunuh Syaikh Ahmad Yasin, Dr. Fathi Sakaki, Abu Ali Mustafa, Yaser Arafat dan semua syuhada Palestina.” (infopalestina)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.