ambivalensi pengamat politik

1. Output pengamat & lemb survey adl analisis akademis yg berbasis pd tradisi ilmiah yg kuat

2. Krn itu analisis mereka cenderung objektif, tajam, & bernas. Itulah kekuatan mrk

3. Namun, saat mereka ‘naik daun’ & ‘punya nama’, godaan uang & kekuasaan biasanya dtg menerpa

4. Tarik-menarik ant. idealisme akademis & orientasi pragmatisme, menjadi ujian terbesar bagi kredibilitas mrk

5. Ketika benteng pertahanan idealisme mereka jebol, biasanya mereka menjadi partisan atau bekerja utk kekuatan politik ttt.

6. Ketika mereka memilih menjadi partisan, apapun alasannya, pilihan itu mesti dihormati.

7. Tapi pilihan utk bekerja bagi kekuatan politik ttt, biasanya dilakukan scr tdk terbuka

8. Mereka tetap membangun intellectual brand image, tp bekerja sesuai oder pihak yg meng-hire mrk.

9. Disaat itulah, mrk mulai menghancurkan basis kekuatan mrk yaitu objektivitas & konsistensi.

10. Krn mrk tlh terkooptasi oleh kekuatan politik ttt yg membayar mrk & bekerja dgn output akhir yg ditetapkan

11. Kondisi ini ‘memaksa’ mrk bekerja manipulatif, menerjang rambu2 objektivitas & konsistensi.

12. Daya analisis mereka cenderung menjd tumpul dan mengalami inkonsistensi yg parah. Itu sangat menggerus …

13. Itulah yg melatarbelakangi ‘tenggelam’nya para pengamat & lembaga survey yg pernah eksis sblmnya.

sumber: twitter.com

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.