Mengkritisi gugatan Oneng atas hasil pilkada jabar

dangtuangku  | chirpstory

 

uploads--1--2013--02--62428-rieke-teten-a1. Pilkada Jabar selesai, Aher-Demiz dinyatakan menang satu putaran dgn suara sekitar 32 persen.

2. Sebagian mengakui kemenangan Aher-Demiz. Namun sebagian menolak dan ajukan upaya hukum ke MK.

3. Alasan yg dikemukakan adalah banyak pelanggaran dlm pilkada. Titik yg disasar adalah banyak warga tak ikut memilih.

4. Soal partisipasi masyarakat memang kurang. Namun apakah ini bisa membatalkan hasil pilkada?

5. Berdasarkan UU, MK baru bisa membatalkan hasil pilkada bila ada pelanggaran bersifat terstruktur, sistematik dan massif.

6. Selain membuktikan ada pelanggaran terstruktur, masif dan sistemik, juga harus dibuktikan tujuannya tuk memenangkan pemenang pilkada.

7. Dalam kasus pilkada jabar, penggugat harus bisa membuktikan pelanggaran itu sengaja untuk menangkan aher-demiz.

8. Bila kita lihat keberatan pasangan oneng-teten alias Paten (nomor urut 5) terlihat titik yg disasar sebagai berikut;

9. Banyak yang tidak memilih atau golput. Alasannya KPUD Jawa Barat kurang melakukan sosialisasi.

10. Juga pilkada dilakukan tak di hari biasa yg diliburkan. Walau hari minggu, Paten menilai banyak buruh kerja hari minggu tak bisa milih

11. Bila kita cermati, semua keberatan itu bukan karena perhitungan curang. Tapi persiapan pilkada yang dinilai kurang.

12. Dari logika ini berarti Paten sebenarnya mengakui hasil perhitungan suara sudah betul. Juga akui kekalahan.

13. Pertanyaannya, bisakah gugatan didasarkan bukan pada kecurangan perhitungan suara?

14. Secara logika mestinya tidak. Namanya pilkada, titik pokoknya tentu valid tidaknya perhitungan. Tapi gimana lagi, pdip sering tak logis.

15. Sulit membuktikan bahwa tingginya golput merugikan calon tertentu dan untungkan calon tertentu.

16. Dalam pilkada jabar, gimana Paten membuktikan yg tak ikut coblos adalah pemilihnya, bukan pemilih aher misalnya.

17. Atau yg golput itu sebenarnya tak peduli. Sebab gubernur tak sepenting bupati atau walikota.

18. Tapi ini tampaknya disadari Paten dgn selalu mengatakan gugatan mereka bukan karena kalah menang.

19. Tapi demi demokrasi dan hak masyarakat jabar yg hilang karena tak ikut pemilu.

20. Benarkah begitu? Marilah kita uji alasan demi hak masyarakat jabar ini?

21. Bila demi hak pilih masyarakat, tentunya asumsi Paten adalah KPUD sengaja hilangkan hak.

22. Bukan karena masyarakat yg tak memilih itu karena enggan datang ke TPS

23. Faktanya undangan ke warga datang ke TPS sudah dibagikan sebelum pilkada.

24. Yang tak dapat undangan pun diberi kesempatan meminta undangan.

25. Bahkan yg tak manfaatkan waktu minta undangan sebelum pilkada, saat pilkada bisa milih dgn lihatkan KTP.

26. Fakta yg saya saksikan di TPS, ada pemilih yg datang ke TPS cuma modal KTP. Dibolehkan milih.

27. Pemilih ini pemilih Paten. Karena scr tradisional PDIP. Kebetulan di kelurahan kami Paten menang tipis.

28. Lalu bagaimana Paten membuktikan KPUD sengaja hilangkan hak pemilihnya agar Aher menang.

29. Berdasarkan logika, pemilih yg datang dgn KTP tak bisa disebut untungkan calon tertentu, tapi semua calon.

30. Bolehnya pemilih ikut milih dgn bawa KTP saja adalah bukti hak pemilih tak dihilangkan.

31. Di TPS tempat saya, pemilih dgn undangan susulan dicatat terpisah. Begitu juga KTP.

32. Tapi suaranya dianggap sah sehingga tetap dihitung panitia saat perhitungan di TPS dimulai.

33. Ini artinya hak demokrasi rakyat diakomodir dan tak dihilangkan KPUD.

34. Gugatan paten tak bersandar pada hasil perhitungan ini juga patut dipertanyakan.

35. Saat sebelum penghitungan manual, hitung cepat aher menang satu putaran, Paten mengatakan 2 putaran.

36. Dalihnya, real count pdip begitu. Kok dalih real count pdip tak dijadikan dasar gugatan sekarang?

37. Wajar pula orang melihat gugatan Paten sebenarnya ketidakdewasaan menerima kekalahan.

38. Dan wajar pula orang menilai, alasan demi hak demokrasi rakyat jabar hanya dalih.

39. Tujuannya hanya agar hasil pilkada dibatalkan dan diulang. Sehingga bisa berharap menang kali?

40. Sikap ngeyel Paten ini sebenarnya merugikan pdip. Sebab suara Paten adalah sukses tersendiri.

41. Jadi nomor dua merupakan kemajuan mengingat jabar bukan basis pdip seperti jateng.

42. Sikap ngeyel justru menimbulkan antipati yg membuat pdip bisa terancam di pemilu 2014.

43. Sikap taufik kiemas, taktis. Akui kekalahan agar suara 28 persen bisa dirawat. Mungkin krn ia politisi senior.

44. Taufik juga sadar selisih 5 persen antara aher dan oneng bukan kecil. Selip hitungan tak mungkin sebesar itu.

45. Ini analisa sederhana soal protes2 di pilkada jabar. Informasi milik semua.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.