PKS: Pemerintah harus tingkatkan kesejahteraan prajurit TNI

Sejumlah prajurit TNI berbaris sambil memegang senjata, saat mengikuti defile pasukan pada peringatan HUT ke-63 TNI, di lapangan Kodam IV/Diponegoro, di Semarang, Kamis (9/10).

Menyusul bentrokan yang terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU) antara anggota Polri dan TNI, pemerintah harus segera mengambil kebijakan terobosan untuk memperbaiki kesejahteraan prajurit TNI. Karena selama ini pemerintah sepertinya tidak peka dengan akar permasalah yg ada. Padahal, masalah itu timbul akibat kesenjangan taraf kesejahteraan antar kedua institusi tsb.

Demikian dikatakan Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Shidiq dalam rilisnya, Sabtu (09/03). Menurutnya, dengan meningkatkan taraf kesejahteraan prajurit TNI, setidaknya dapat mencegah dan menekan konflik yang berujung bentrokan antarkedua kekuatan itu. “Belajar dari peristiwa baru-baru ini, pemerintah harus segera memperbaiki kesejahteraan prajurit TNI,” kata dia.

Politikus PKS ini menjelaskan, sumber konflik antara aparat militer dan kepolisian itu, disebabkan kecumburuan sosial dan kesenjangan sosial di antara mereka. Akhirnya, rasa tidak puas itu terakumulasi menjadi ketidaksenangan yang ditumpahkan dengan cara-cara tidak semestinya. “Jika tidak segera ditanggulangi, bentrok dapat terjadi lagi sewaktu-waktu,” jelasnya.
Aspek kesejahteraan lain yang memprihatinkan, lanjut Mahfudz, adalah penghasilan prajurit dari gaji dan tunjangan yang terbilang pas-pasan. Sementara salah satu tuntutan reformasi adalah TNI harus melepas semua bisnisnya. Sementara di sisi yang lain, Polri justru dipersepsikan sebaliknya. Sarana prasarana serta penghasilannya jauh lebih baik.

“Kita bisa dengan mudah membandingkannya di lapangan. Kondisi ini yang salah satunya secara akumulatif membentuk persepsi kesenjangan dan kecemburuan antara TNI dan Polri,” katanya.

Komisi 1 DPR, kata Mahfudz, pernah mengusulkan kepada Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI untuk menyusun rencana strategi pemenuhan kesejahteraan TNI meliputi sarana prasarana, fasilitas dan standar penghasilan prajurit. ( okezone/baratamedia )

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.