Antara Pencitraan dan Kenyataan

20111113_113804_Fahri-HamzahKultwit Fahri Hamzah

  1. Ada yg baca artikel laporan peneliti canada soal ibu teresa???
  2. Ini bukan soal agama yg penting tapi soal citra versus kenyataan…
  3. Dalam dunia kita yg sekarang, citra mulai menjadi persoalan lain dan kenyataan soal lain lagi…
  4. Dalam dunia kita yang sekarang, bahkan “image is more important then the reality”.
  5. Pribadi hidup dalam kepalsuan dan bangsa atau ummat manusia diseret dalam kepalsuan..
  6. Pada kasus orang2 atau lembaga yg terlalu populer kita menemukan ironi…ada banyak yg borok tersembunyi…
  7. Masalahnya, popularitasnya mengharuskan mereka harus menyimpan kebusukan demi popularitas yg sdh kadung…
  8. Utamanya pada bangsa2 berkembang atau terbelakang.dimana nama besar dan orang besar tak boleh salah.
  9. Kebusukan akan disimpan menjadi beban kita semua…tiba2 kita kecewa luar biasa dan menjadi amarah..
  10. Karena itu, citra juga adalah sejenis tirani jika ia didapatkan melalui PR DAN MANAJEMEN PENCITRAAN, semacam penipuan.
  11. Sehingga dalam kepalsuan, nama baik kita dapatkan dari menutupi kebobrokan kita..kadang dengan mengorbankan orang lain.
  12. Popularitas itu hanya akan bertahan pada pribadi terbuka dan berbuat apa adanya..persetan kata orang…
  13. Demokrasi percaya pada lembaga publik terbuka…karena kalau kita benar apa yang kita takutkan…
  14. Demokrasi percaya pada lembaga publik terbuka…karena kalau kita benar apa yang kita takutkan…
  15. Maka jika demokrasi kita menguat, maka yg asli akan betahan mengkilap dan yg palsu akan terbakar musnah.
  16. Tapi demokrasi kita belum kuat, kepalsuan masih mendapat tempat…Seperti laporan ilmuan soasial kanada itu?
  17. Kepada lembaga pemberantas teroris, adakah sikap anda anti teror atau lembaga dibuat untuk restu negara lain?
  18. Adakah anda otentik seorang pejuang untuk membangun sistem anti korupsi atau anda cari tangga popularitas?
  19. Adakah anda memberantas kemiskinan atau kau bahkan mempertahankannya sebagai komoditimu?
  20. Semua pertanyaan itu layak diajukan atas semua masalah yg tidak selesai…
  21. Terlalu banyak tepuk tangan dan decak kagum tetapi terlalu sedikit penyelesaian masalah.
  22. Terlalu banyak kampanye dan pencitraan tapi masalah bertambah banyak dan merajalela…
  23. Kita menyaksikan festival puja puji di layar kaca setiap hari ditengah kegetiran tumpukan masalah.
  24. Ini semua kepalsuan yg berawal dari kepalsuan pribadi kita sebagai pemimpin. Kritik kita anggap mengerikan.
  25. Kita mulai kecanduan tepuk tangan dan tepuk tangan mulai menjadi lebih penting dari persoalannya.
  26. Jangan2 ini penyakit suatu generasi dan jika ia, mari kita tinggalkan mereka.
  27. Kita harus mulai dengan yang asli dan mengubur kepalsuan.
  28. Selamat tinggal kepalsuan.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.