Ada apa dibalik pertemuan SBY-Prabowo

PrabowoSubiantoBertemuSBY141363063073_p

Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan mantan Pangkostrad Prabowo Subianto, yang Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra, layak dinilai sebagai upaya untuk penyelamatan rezim SBY yang akan selesai pada 2014 mendatang. Demikian penilaian Haris Rusli pegiat Petisi 28 dalam siaran persnya, Selasa (12/3) sore.

“Patut diduga pertemuan tersebut berkaitan dengan upaya penyelematan SBY dan rezimnya. Namun bila sampai terjadi deal dalam pertemuan tersebut, maka kami sayangkan. Mengapa harus terjadi deal dengan SBY yang pro asing dan telah mengokohkan neo liberalisme di Indonesia, dalam berbagai hal termasuk pengelolaan kekayaan alam kita,” kata Haris.

Pertemuan ini juga ramai dibicarakan di socmed. Salah satu pengguna twitter dengan akun @dangtuangku mengurai bahwa pertemuan SBY-Prabowo ini memang deal politik. SBY mengajak Prabowo dan Gerindra yang selama ini ‘oposisi’ untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan dengan barter jabatan kementerian pertanian yang saat ini menterinya Suswono dari PKS sedang ‘digoyang’.

Berikut kami kutip twit dari @dangtuangku:
1. SBY ingin ajak gerindra gabung koalisi. Posisi mentan utk gerindra.
2. Ada bukti atau tidak, dalam waktu dekat mentan akan dipaksakan jadi tersangka.
3. Status tersangka mentan membuat SBY tak menanggung cost politik saat lakukan pergeseran.
4. Informasi pencopotan mentan di waktu dekat ini, sudah ramai beredar di kalangan mafia impor.
5. Dari kalangan mafia impor itulah aku tahu suswono memang dibenci abis.
6. Seorang anggota fraksi demokrat juga baru2 ini ngomong begitu.
7. Posisi mentan suswono saat ini sedang digoyang abis. Semoga ia tegar, saya suka sikapnya menekan kuota impor.

Sementara itu, anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Martin Hutabarat menegaskan pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto tidak membahas koalisi partai pada tahun 2014. Dia juga membantah Prabowo diminta menggantikan Suswono sebagai Menteri Pertanian.

“Soal koalisi antara kedua partai tidak menjadi fokus pembicaraan mereka,” tegas Martin yang juga anggota Komisi III DPR, Selasa (12/3/2013). Karenanya, pembicaraan juga tak membahas masalah kontrak politik antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Strategi politik masing-masing partai untuk Pemilu 2014 pun, imbuh Martin, tak muncul dalam pertemuan tersebut.

Menurut Martin apa yang dibicarakan kedua tokoh ini banyak mengenai strategi kepentingan bangsa ke depan, terutama dalam menghadapi era globalisasi. Tapi dia tak menampik tema pembicaraan itu terkait dengan proses peralihan kepemimpinan nasional. ( suara merdeka/inilah )

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.