Strategi Pembenci PKS melumpuhkan PKS

bendera-pks-dibawaAnwar Muhammad | Kompasiana

Hampir pasti bahwa apapun media [elektronik, kertas, sosial, dll] yang kita baca, dengar dan saksikan, semuanya berisi kritik, hujatan dan makian dalam skala dan level variatif terhadap PKS. PKS muncul sebagai musuh bersama yang mesti diberangus, diinjak-injak, difitnah, dan di-KO serta di-di negatif lainnya. Dikompasiana, hal ini merupakan sarapan pagi, muncul sebagai artikel HL, terlebih bila penulisnya terverifikasi. 

Untuk menguatkan argumen kebenciannya, kompasianers tersebut menjadikan TEMPOsebagai rujukan [baca: sumber kebenaran] utama. Meskipun ada referensi lain, namun bila ditelusuri, ujung-ujungnya TEMPO juga [TEMPO memang lihai memainkan ritmenya, hehe]. Akibatnya, paduan suara PKS haters ini nampak mendayu-dayu, tak pernah hening, walau kadang sumbang dikarenakan tangga nada makian, serasa minor dengan fakta-fakta aktual [baca: kemenangan PKS dipilgub Jabar & Sumut]. Dalam pikiran kejujuran mereka, muncul pertanyaan, wahai Tuhan, mengapa Engkau sodorkan bantahan-bantahan hujatan kami, kami tidak mengharapkan irama paradoksal ini wahai Tuhan.
PKS haters, the companions & their followers, tidak pernah kehabisan akalnya yang hanya secuil. Dengan gelora yang membuncah dalam sanubari mencla-mencle, irama paradoks ini terus mereka koreksi. PKS tidak mungkin hidup lagi, kami sudah membunuhnya dengan tusukan didada dekat jantung sebanyak 8 kali [mereka lupa bahwa sekarang PKS bernomor 3, berarti 5 tusukan meleset dong, hehe]. Obsesi ini membangunkan semangat membuat opini baru tentang kecurangan incumbent dalam pertarungan, dan incumbent itu pasti PKS.
Fakta-fakta baru kemudian diramu sedemikian sehingga menjadi racun yang mematikan, melumpuhkan setiap syaraf dan organ-organ PKS. Meski tak dinyana, logika yang mereka bangun dalam setiap premis kebohongan, menghasilkan unexpected conclusion. Mereka lupa (baca: memaklumi ukuran akal) bahwa hanya premis yang benar yang akan menemukan konklusi yang benar pula, tautologi. Alhasil, opini tetap saja opini, hanya ajang mengekspresikan kekesalan dan kegalauan hati serta umpatan-umpatan (komen) dalam habitat manusia setingkat di atas sapi.
Agar tak disangka hanya mengkritisi tanpa solusi, PKS haters lalu memunculkan tokoh-tokoh baru yang (dianggap) bersih, jujur dan profesional. Jokowi adalah salah seorang tokoh yang mereka puja-puji berlebihan, kultus baru ditengah kegersangan sosok idola masa sekarang. Secara pribadi, saya termasuk yang suka dengan figur beliau, terutama jika menatap wajahnya. Wajah yang membangkitkan simpati, gestur yang layak dititipkan kasih. Sayangnya, bagi saya, baru sebatas itu saja.
Pertanyaannya, kenapa Jokowi?? Logikanya sederhana, beliau bukan sosok yang membawa-bawa agama atau setidaknya kurang peduli dengan urusan agama, sebagaimana wakil-(gubernur)-nya. Asumsi ini akan benar bahkan jika Jokowi suatu saat melakukan korupsi sekalipun. PKS haters dengan lincah akan mengelak dan membuat pembenaran dgn kalimat sederhana; “Setidaknya Jokowi tidak membawa-bawa agama”. Bagi PKS haters, dunia politik, parlemen, birokrat hingga hukum adalah dunia kotor, sehingga siapapun yang terlibat mestilah berdandan comberan dahulu. Anehnya, jika ada keluarga atau kenalan dan idola PKS hatersdalam dunia karut marut itu, mereka tetap bersih… Hmmmm, kebencianmu yang sudah mendarah daging, melahap logika akal sehatmu bro, sist…
PKS haters,
Melalui kolom mungil ini, izinkan saya berbagi 3 strategi ampuh melumpuhkan PKS (atau mungkin lebih tepatnya nasehat) meski engkau mungkin tak menyukainya.
1. Janganlah kebencianmu atas suatu kaum, kelompok, partai, atau siapapun, membuat anda berbuat tidak adil. Jika anda tidak adil, berarti anda menzhalimi, bertindak aniaya pada mereka. Mengikut firman Tuhan, doa orang-orang terzhalimi itu tak berbatas dengan Sang Maha Kuasa, makbul fren. Semakin kalian menzhaliminya, semakin lantang dan dekat doa mereka dengan aras. Bukankah telah nyata keterkabulan doa-doa mereka yang membantah kebenaran hujatan-hujatan atau ekspresi kegalauanmu??
2. Berhentilah meramu racun buat kader-kader PKS, toh itu malah menjadi suplemen baru yang merangsang syaraf-syaraf bawah sadar mereka untuk bangun, bergerak, melakukan ekspansi dan hal-hal gila lainnya. Yakinlah bahwa backupmu tidak sesakti backup mereka, imanmu tidak sekuat iman mereka, kecuali kalian bisa membuat Tuhan baru yang menandingi Tuhan mereka.
3. Bagi PKS dan kader-kadernya, nilai-nilai agama adalah bingkai perilaku dalam segala hal termasuk berpolitik. Agama adalah spirit, roh juang mereka. Karena itu, imam sekalipun kalau sudah kentut, mesti mundur dan digantikan makmum terdekat. Kalau tidak, jama’ah jadi bubar dan nilai ibadah menjadi nihil. Bukankah itu uraian fakta-fakta, bukti gamblang yang engkau saksikan setiap detik?? Kecuali memang mata dan hatimu sudah diselimuti halimun kebencian itu, dan menyematkan pin PKS haters selamanya hingga menuju kematianmu dalam penasaran. Tanyakan kedalam kerak sanubarimu, engkau sebenarnya membenci apa dan siapa??
Sahabatku PKS haters yang super, apakah engkau benci dengan Islam?? Ketahuilah bahwa Islam itu rahmat bagi sekalian alam meski engkau mencampakkan nilainya. Apakah engkau benci dengan pembawa obor, suara dan pekik kebenaran?? Ketahuilah bahwa kebenaran akan selalu tegak dengan atau tanpa mereka. Atau, apakah engkau benci dengan kader dan pemimpin PKS?? Ketahuilah, seberat apapun kebencianmu, mereka akan selalu berkata “We love you full”.
Afwan jiddan, mohon maaf beribu dan berbapak maaf PKS haters, jika proposal strategiku ini tak mampu melumpuhkan PKS lovers atau hanya membuahkan hasil nol.
Hasbunallah wani’mal wakiil.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.