Timwas:SBY sengaja tak usut aset Century di dalam negeri

20111113_113804_Fahri-HamzahAnggota Tim Pengawas kasus bailout Bank Century, Fahri Hamzah mengkritisi kinerja tim pemburu aset di luar negeri. Fahri menduga, tim bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sebagai upaya untuk mengamankan aset Century di dalam negeri.

“Saya menduga, SBY buat Kepres hanya untuk memburu aset di luar negeri, sedangkan aset di dalam negeri tidak terlacak,” kata Fahri saat ditemui di sela rapat Timwas Century di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, rabu (13/3).

Fahri mengibaratkan aset Century di dalam negeri seperti sekumpulan hewan di kebun binatang, semua jelas dan terang. Namun, Presiden SBY justru membentuk tim pemburu aset di luar negeri yang dinilai masih abstrak.

“Tim buru aset berburu di luar negeri. Ibarat kebun binatang, tim pemburu justru berburu ke dalam hutan,” lanjutnya.

Terlebih, lanjut Fahri, dugaan upaya SBY mengaburkan aset di dalam negeri semakin ketara dari lambannya respons pemerintah membalas surat dari negara tujuan.

“Kita bekerja berdasarkan keputusan pengadilan, yang dibanyak negara tidak diakui sebagai bukti kuat. Setelah bertahun-tahun surat ditolak, jawaban dari pemerintah baru satu tahun kemudian,” tutur Fahri.

Fahri Hamzah juga melihat adanya kerancuan dalam penanganan pemburuan aset yang ada di luar negeri. Terutama dengan keberadaan Wakil Menteri Hukum dan HAM (WamenkumHAM) Denny Indrayana dalam tim pengejaran aset.

“Sebenarnya Denny Indrayana (Wamenkumham) sebagai apa? Sebenarnya kita rapat dengan struktur yang mana?,” kata Fahri dalam Raker di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2013) siang

Hal tersebut dilihat dengan adanya kewenangan Deny Indrayana selaku Wamenkum HAM sebagai penanggung jawab (peminpin Tim tersebut), padahal menurut Peraturan Presiden (Perpres) No. 9/2012, tim perburuan aset hasil tindak pidana Bank Century luar negeri dipimpin oleh tiga menteri dan Jaksa Agung. Ketiganya adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Jaksa Agung, Basrief Arief. (merdekanews/antaranews/lensaindonesia )

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.