Dahsyat ! Ridwan Kamil, Calon Walikota Bandung

Ridwan KamilPKS ( 9 kursi ) dan Gerindra ( 3 kursi ) akhirnya resmi mengusung pasangan Ridwan Kamil dan Oded Muhamad Danial sebagai calon wali kota dan calon wakil wali kota Bandung periode 2013-2018. Deklarasi pasangan ini digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Sabtu (16/3) sore

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil berjanji mengembalikan Kota Bandung lebih bermartabat lagi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kang Emil mengatakan Bandung pernah menyandang bermartabat tingkat internasionaln pada 1955 saat pelaksanaan Konfrensi Asia-Afrika. Namun kejayaan Bandung tersebut kini tinggal kenangan. “Banyak persoalan kota yang kini tak terselesaikan. Saya dan Kang Oded bercita-cita mengembalikan martabat tersebut,” kata Kang Emil.

Mengenal Ridwan Kamil

Ridwan Kamil adalah seorang profesional. Ia lahir di Bandung pada 4 Oktober 1971. Emil, biasa dia dipanggil adalah anak kedua dari lima bersaudara. sejak kecil Emil sebenarnya suka berimajinasi. Dia suka membaca komik dan melihat foto-foto berbagai kota sepulang ayahnya dari luar negeri. Dari hal yang terakhir kemudian muncul bayangan akan kota yang dapat membuat nyaman masyarakat. Selain itu sejak kecil Emil juga sudah memiliki jiwa wirausaha. Sewaktu SD dia pernah berjualan es mambo buatannya sendiri.

Selama masa sekolah Emil dikenal sebagai pribadi yang aktif dan cerdas. Selain aktif di OSIS, Paskibra dan klub sepakbola, Emil selalu masuk urutan lima besar di kelas. Semasa kuliah di jurusan Arsitektur ITB, Emil juga aktif di himpunan mahasiswa dan unit kegiatan seni Sunda

Prestasi dan karyanya di dunia aarsitektur membuat banyak orang berdecak kagum. Ridwan telah mengarsiteki sejumlah proyek besar di mancanegara, seperti di Singapura, Thailand, Vietnam, Cina, Hong Kong, Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Contoh karyanya adalah Marina Bay Waterfront Master Plan di Singapura, Suktohai Urban Resort Master Plan di Bangkok dan Ras Al Kaimah Waterfront Master di Qatar-UEA.

Di Tanah Air, karyanya pun sudah terukir. Sejumlah proyek berkelas ditanganinya. Antara lain, Superblok Rasuna Epicentrum di Kuningan seluas 12 hektare, yang meliputi Bakrie Tower, Epicentrum Walk, perkantoran, ritel dan waterfront.

Sebelumnya, melalui Urbane Indonesia (perusahaan penyedia jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain miliknya),  ia telah menggarap Menara I Universitas Tarumanagara, Al-Azhar International School di Kota Baru Parahyangan (Bandung), Grand Wisata Community Club House di Bekasi, Pupuk Kaltim IT Centre di Balikpapan, dan ANTV Mixed Used Centre milik PT Bakrie Swasakti Utama di Jakarta.

Urbane pernah mendapatkan BCI Asia Top 10 Award untuk kategori Rancangan Bangunan Bisnis. Kemudian, Urbane juga menjadi juara dalam merancang Museum Tsunami di Aceh. Ia sendiri mendapatkan penghargaan International Young Creative Entrepreneur of the Year dari British Council pada 2006. Bahkan, rumahnya yang sebagian dindingnya terbuat dari susunan botol meraih penghargaan Green Design Award di tingkat Asia dari BCI.

by admin@jalurgaza

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.