Hidayat: Survey LSI Capres Partai Islam Kalah Bersaing Terlalu Prematur dan Tidak mendidik

partai-islamBaru-baru ini Lembaga Survei LSI mengeluarkan hasil survey terkait kandidat capres yang berpeluang di pemilu 2014. Ternyata, dari hasil survey tersebut tidak menonjolkan capres dari kalangan partai Islam. Sepertinya partai Islam miskin tokoh yang bisa dimunculkan menjadi capres potensial.

“Capres Islam, bisa kita lihat dari data yang disajikan, mereka tidak berada di posisi teratas. Cawapres pun juga kalah pamor. Tokoh Islam ternyata kalah pamor dibanding nasionalis,” kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby, dalam konferensi pers hasil temuan dan analisis survei nasional LSI, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Minggu (17/3/2013).

Menanggapi survey LSI tersebut, Ketua Fraksi PKS sekaligus Tokoh Nasional Dr. Hidayat Nurwahid menyebut bahwa kesimpulan survey tersebut terlalu prematur dan tidak mendidik masyarakat.

Sebabnya, saat ini belum satu pun parpol Islam yang mengajukan nama capres dan cawapres untuk diusung bersama. “Kalah bersaing dengan siapa? Wong partai-partai Islam belum ada yang mengumumkan nama calon presiden dan calon wakilnya kok. Bagaimana sudah bisa disebut kalah?” kata Hidayat di gedung DPR, Jakarta, Senin (18/3/2013).

Hidayat menambahkan, saat ini sejumlah parpol nasionalis sudah menggembar-gemborkan capresnya. Sementara parpol Islam belum satupun yang melakukan hal tersebut. “Karena itu, terlalu prematur menyebut capres partai Islam kalah bersaing. Selain itu, survey juga selalu menyebutkan dengan asumsi bahwa jika pemilu dilaksanakan pada hari ini. Padahal, pemilu masih tahun depan,” tandasnya.

Bagi PKS sendiri, lanjutnya, hasil survey itu adalah cambuk untuk bekerja lebih baik. “PKS tidak pernah merasa khawatir dengan hasil survey,” tegasnya.

Senada dengan itu, Juru bicara PKS Mardani Ali Sera menjelaskan, dinamika masih akan terjadi usai pemilu legislatif. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap yakin partai Islam masih memiliki tokoh layak jual dalam bursa calon presiden dan wakil calon presiden (Capres dan Cawapres) 2014 mendatang.

Meskipun, sejumlah survei menyebutkan elektabilitas capres dan cawapres dari partai Islam rendah

“PKS tetap yakin partai Islam dan tokohnya akan memainkan peran penting ketika mampu menjawab tantangan publik dan tokoh-tokohnya membawa tema yang diinginkan oleh masyarakat,” kata Mardani lewat pesan singkat kepada Republika, Senin (18/3).

Bahkan Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Romahurmuziy, menilai ada upaya untuk memberangus partai Islam. Hal tersebut dikatakan menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebut partai Islam tak laku.

“Sebenarnya ada stigmasisasi terhadap partai Islam yang dibangun, ada agenda terselubung dibalik ini, untuk melembekan partai Islam,” ujar Romy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2013).

Menurutnya, agenda terselubung itu ditopang dengan dana yang sangat besar. Selain itu, dia menduga adanya agenda setting yang dilakukan oleh pihak-pihak di luar Indonesia. “Agenda ini merupakan agenda inisiasi pihak-pihak yang di luar Indonesia,” tuturnya. ( dari berbagai sumber )

* by admin@jalurgaza

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.