Operasi Pasar lengserkan Menteri Pertanian

MAHFUDZ SIDIKDrama Operasi pasar pelan-pelan mulai terbongkar tujuannya. Setelah kasus naiknya harga daging sapi, harga bawang dan yang terbaru, naiknya harga cabai. Entah komoditi apalagi yang akan dimainkan oleh para mafia yang berkolaborasi dengan politisi-politisi busuk.

Mahfudz Siddiq, wakil sekjen PKS yang juga Ketua Komisi I DPR RI, kemarin ‘buka kartu’ terkait kisruh tentang kasus sapi, bawang dan cabe. Beliau menyatakan ujung semua kisruh yang direkayasa itu adalah pelengseran Menteri Pertanian Suswono yang kader PKS. Upaya pelengseran Mentan ini karena kebijakan-kebijakan impor pangan Mentan telah mengancam kepentingan pihak-pihak tertentu.

Melalui akun twitternya @MahfudzSiddiq menyatakan:

“Saya buka sedikit ya: sapi, bawang, cabe.. Endingnya Mentan diganti untuk muluskan ubah kebijakan impor pangan. Monggo dipirsani…”

Hal ini cukup beralasan, beberapa hari yang lalu, kami kutip dari portal merdeka.com, ada beberapa kelompok yg cukup khawatir terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah diambil oleh menteri pertanian yg berasal dari PKS, Suswono selama ini. Kebijakan yang berujung pada kemandirian dan juga kesejahteraan bagi para petani.

Merdeka.com – Kementerian Perdagangan mengakui Amerika Serikat masih bernafsu membawa isu sengketa pembatasan impor hortikultura ke forum panel Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Pemerintah menyatakan siap menghadapi apapun argumen yang bakal dilakukan Negeri Paman Sam.

Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo menilai, ancaman dan sikap ngotot Amerika tidak perlu dibesar-besarkan. Hal ini karena sengketa kebijakan seperti ini memang sudah biasa terjadi dan dimediasi oleh WTO.

Hanya saja, dia mengakui proses sengketa ini bisa berlarut-larut bila kedua negara enggan mencari jalan keluar. “Apa yang terjadi antara Indonesia dan Amerika itu peristiwa reguler yang bisa kapan saja terjadi, tidak perlu dibesar-besarkan. Namun selesai kapan tergantung dengan kemauan kita,” ujar Iman di kantornya, Kamis (21/3).

Amerika pada 26 Maret mendatang akan mendaftarkan keberatan mereka secara resmi ke forum panel WTO. Indonesia masih bisa menghadang rencana tersebut dengan mengajak Negeri Adi Daya itu berunding sekali lagi. Bila mentok, Iman mengakui maka tidak ada jalan selain melakoni sidang arbitrase di level internasional.

“Indonesia masih bisa menahan (agar tak maju ke forum panel WTO), kita mencoba merespon, tapi kalau sebulan lagi Amerika tidak merasa ada kemajuan memang akan maju ke panel,” ungkapnya.

Kisruh dengan Amerika bermula ketika terbit Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60 Tahun 2012 tentang Rekomendasi Impor Hortikultura dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 60 Tahun 2012, tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura.

Dua beleid tersebut berlaku mulai Januari hingga Juni 2013. Ada 13 komoditas holtikultura yang dibatasi importasinya hanya melalui pelabuhan tertentu, meliputi kentang, kubis, wortel, cabe, nanas, melon, pisang, mangga, pepaya, durian, krisan, anggrek, dan heliconia.

Pengusaha hortikultura Amerika tidak terima dan mengadu ke Kementerian Perdagangan negaranya. Pengusaha AS memperkarakan Indonesia lantaran merasa disepelekan pemerintah karena produk sayur dan buah mereka kini harus diperiksa berulang kali di pelabuhan.

Sejauh ini pemerintah Indonesia masih bertahan pada strategi yang menunjukkan bukti kebijakan membatasi pelabuhan impor hortikultura tidak hanya ditujukan bagi produk Amerika, tapi juga kepada negara lain.

Meski mengakui proses sengketa bakal alot, Iman menegaskan apa yang dialami Indonesia sangat wajar dan pernah dilakoni negara manapun. Indonesia pun pernah bersengketa dengan Amerika sebelumnya.

“Kasus seperti ini tidak baru, Jepang, Meksiko, China, semua pernah mengalami dikomplain sesama anggota WTO, jangan lupa, kita juga pernah memperkarakan Amerika untuk pembatasan ekspor tembakau,” katanya. ( merdeka.com )

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.