Kisah Agus, Kader yang menjadi Kades di usia muda

a40d4f40a5299b26f1c289706a141f61Purworejo – Berita menarik datang dari Purworejo, kota kabupaten di selatan jawa tengah. Tepatnya di desa guntur kecamatan Bener.  Banyaknya dukungan dari masyarakat dan kader PKS yang diberikan kepada Agus Mulyadi Yahya, membuat dia mantap dan maju dalam pemilihan kepala desa daerahnya.

Dan hasilnya, Subhanalllah .. AllahAkbar. Allah mentakdirkan akh Agus terpilih menjadi Kepala Desa Guntur, Kecamatan Bener Purworejo pada Kamis lalu (11/04). Agus terpilih menjadi kades dalam usia cukup muda, 35 tahun. Pria kelahiran tahun 1978 ini mengaku sebelumnya tidak ada niatan mencalonkan diri sebagai kades. Karena faktor usia dan masih banyak calon lain yang lebih tua membuatnya enggan untuk maju.

“Memang saya tidak ada niatan untuk maju, disamping usia saya masih tiga lima ada tokoh lain yg lebih tua” jelas Agus, yang pernah mengenyam bangku kuliah di UNISULA Semarang ini kepada PKS Jateng Online Ahad (14/04).

Agus Mulyadi, yang juga kader PKS ini sebelumnya memang dikenal aktif membangun desanya. Keterlibatannya sebagai Ketua Koordinator PNPM Mandiri serta program pembangunan di desanya menjadikan warga mempercayakan amanah kades kepadanya.

 

“Kata warga sih karena keaktifan saya di desa membuat saya dianggap mengerti persoalan yang ada di desa” ungkap agus.

 

Agus mengaku majunya di pilkades ini juga banyak di support oleh sang istri Ety Fahmawati yang ternyata menjadi caleg dari PKS untuk DPRD Kabupaten Purworejo. Agus menambahkan support sang istri menjadi energi tersendiri bagi anak terakhir dari 7 bersaudara. Bahkan keduanya saling mendukung.

 

“Kami saling dukung, istri saya maju caleg saya dukung penuh. Begitu pula sebaliknya” Kata Agus

 

Agus juga dikenal sebagai sosok yang jujur dan bersahaja. Hal ini dibuktikan ketika proses pilkades ia tidak melakukan money politic sedikitpun. Hal ini diakui salah seorang warga Guntur, Endang.

 

“Mas Agus mboten ngagem arto koq, lha niku mpun di dukung warga” kata Endang.

 

Dua Hari terpilih, Ibu Meninggal

 

Keterpilihannya agus sebagai lurah ternyata tidak sepenuhnya membuat agus bahagia. Pasalnya selang beberapa hari kemudian ibunda Agus meninggal karena sakit jantung. Agus mengaku sebelum meninggal ibunya sempat di rawat di RS Sardjito Jogja. Bahkan setelah penutupan penghitungan suara Agus langsung bertolak ke Jogja untuk menemani ibunya. Namun apa dikata dua hari kemudian Allah mencabut ruh sang ibu.

 

“Setelah tau menang pikiran saya hanya ibu, karena itu saya langsung ke Jogja untuk mendampingi. Tapi Allah kemudian berkehendak lain” Kata Agus.

 

 Agus berharap kepemimpinannya di Desa yang dikenal pelosok dan terpencil ini mampu mengangkat kesejahteraan warga.

 

“Dengan prinsip gotong royong saya berharap kita bisa terus bekerja mengangkat kesejahteraan warga Guntur” harap Agus. [disadur dari pks jateng]

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.