Korban Politisasi KJS Jokowi, Para Dokter Kompak lakukan Demo

kartu-jakarta-sehatMenyusul mundurnya 16 rumah sakit swasta dari Program Kartu Jakarta Sehat (KJS) ala Jokowi, sekitar 50 orang dokter yang tergabung dalam Dokter Indonesia Bersatu melakukan aksi demo di Bundaran HI.

Rencananya, para pendemo yang berasal dari Jakarta dan luar Jakarta tersebut akan melakukan aksi long march ke Istana Negara. Dalam aksinya, para dokter tersebut menolak politisasi kesehatan di ibukota. Aspirasi tersebut tertuang pada spanduk warna putih yang bertuliskan ‘Stop Politisasi Kesehatan’.

“Yang kami inginkan adalah reformasi sistem kesehatan yang berkeadilan bukan sistem kesehatan yang di politisasi seperti program KJS,” kata salah satu pendemo, dr Agung, di lokasi demo, Senin (20/5).

Agung juga mengungkapkan, secara umum pemerintah pusat juga harus segera menaikkan anggaran kesehatan menjadi 5 persen dari APBN. Karena dana kesehatan bagi masyarakat saat ini masih 2 persen dari APBN. “Jadi bukan masalah menggratiskannya, tapi untuk apanya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati, Minggu (19/5), mengatakan, sebanyak 16 Rumah sakit swasta di DKI Jakarta mengundurkan diri dari program tersebut. Alasannya, ke-16 RS itu tidak ingin merugi lantaran nilai klaim jasa dari Pemprov DKI dinilai terlalu rendah.

“Saya melihatnya begini ya, karena mereka swasta murni, takut rugi, sedangkan kalau menolak pasien kena undang-undang rumah sakit. Daripada kedua babak belur, mending mundur. Ini yang kita tidak bisa dibiarkan, dari RS yang tersisa 76, itukan rumah sakit pemerintahnya hanya 22,” kata Dien Emawati.

Atas hal tersebut, Dien mengaku sudah menyampaikan pada jajarannya untuk terus melakukan evaluasi. “Kalau kecil kita diskusikan kembali dan cari win-win solution. Kan enggak bisa rumah sakit maunya tinggi terus. Kita cari titik tengahnya”, tukasnya.

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.