Tiga Rambu-rambu keselamatan dakwah

al-azhar_univ2catatan ust. Mutammimul ‘Ula

****

Orang mu’min, apalagi seorang da’i, harus menyadari bahwa musuh dan godaan perjalanannya sangat banyak: orang mu’min yang hasad, orang munafik yang membenci, orang kafir yang memusuhi, syaithan yang menyesatkan, dan hawa nafsu yang meminta untuk diikuti.

Oleh sebab itu, haruslah ekstra hati-hati dalam semua aspek kehidupan. Itulah esensi dari taqwa.

Dalam hal ini, kita dapat merujuk pada arahan rabbani yang terdapat dalam tiga ayat al-Qur’an. Tiga ayat ini adalah koridor utama agar keselamatan da’wah dapat terus terjamin, yaitu:

1. QS. al-Maidah: 105

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, Maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Dari ayat tersebut, kita jadi belajar bahwa adalah wajib bagi setiap orang mu’min untuk menjaga diri sendiri, sehingga upaya orang untuk menghancurkan tidak akan menyebabkan kemudharatan.

2. QS. Al-Hajj: 77

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”

Sebagai seorang manusia biasa, da’i pastilah memiliki kekurangan dan kelemahan. Oleh sebab itu, jangan berhenti memproduksi kebajikan, agar tidak mengalami defisit kebajikan. Kebajikan yang besar akan menimbulkan kepercayaan masyarakat kepada dirinya.

3. QS. An-Nisa: 71

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!”

Seorang mu’min selayaknya terus meningkatkan kewaspadaannya dalam setiap aktivitasnya, agar tidak mengalami musibah.

 

Wallahu a’lam bish shawab

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.