FITRA: Jokowi Habiskan 22 Miliar untuk Blusukan

jokowi-_120313151158-544Jakarta – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta pada 2012 menempati urutan keempat sebagai propinsi terkorup di Indonesia.

“Berdasarkan data FITRA yang bersumber dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2012 (periode 2008-2012) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Provinsi DKI Jakarta menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 191.122.690 dengan 967 kasus.

Wanprestasi DKI tersebut menduduki peringkat ke empat provinsi terkorup di Indonesia,” jelas Uchok Sky Khadafi, di Warung Bumbu Desa, Jakarta, beberapa hari yang lalu.

Di sisi lain, Uchok juga memeparkan besarnya biaya blusukan yang dihabiskan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki T. Purnama (Ahok) yang mencapai Rp 22 miliar.

“Anggaran blusukan Jokowi rata-rata Rp 22 miliar per tahun. Itu dari anggaran penunjang operasional APBD 2013,” kata Uchok.

Jika dikonversi dalam bulanan, Jokowi-Basuki menghabiskan anggaran Rp 2,2 miliar dan Rp 74 juta perhari atau Rp 37 juta per pejabat (Gubernur dan Wakil Gubernur).

Uchok pun menilai pemerintahan Jokowi-Basuki tidak fokus dalam pemberantasan korupsi. Jokowi gemar blusukan, menghabiskan anggaran, namun hasilnya belum terlihat.

“Jokowi kelihatannya bukan untuk memberantas korupsi. Dia fokus pada diri sendiri. Blusukan kemana-mana. Hanya nampang. Harusnya pemberantasan korupsi,” kata Uchok. (4newstimes.com)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.