Kabar kesyahidan suamiku, sama sekali tidak membuatku berduka

_ABIMesir – Ragam dusta kini terus ditebar. Junta militer menebar foto-foto jenazah lapangan Tahrir. Tak lupa dituliskan beragam tulisan yang memojokkan Ikhwanul Muslimin. Namun dusta itu mudah ditebak.

Sebagai contoh, foto jenazah yang dipikul 8 orang. Ditulis: Korban kebiadaban Ikhwan. Kami tak akan pernah berdamai dengan Ikhwan. Nampak foto diupload 4 jam lalu.

Anehnya, yang memikul jenazah semua mengenakan jaket tebal. Padahal di Mesir, kini sedang musim panas. Tidak mungkin mengenakan jaket-jaket tebal.

Namun untuk korban demonstran damai pro Moursi. Korban-korban syuhada sangat dilecehkan. Ada yang dimasukkan ke tong sampah. Ada yang dilempar ke anjing militer. Wal’iyaadzu billah. Sikap junta militer yang teramat sadis kepada korban syahid dan terluka dari kalangan proMoursi, ditanggapi dengan jeritan doa, karena keluarga syuhada meyakini: Allah tidak diam dan tidak buta. Subhanallah.

Di antaranya adalah, respon seorang istri syuhada. Ia berkata, “Kabar kesyahidan suamiku, sama sekali tidak membuatku berduka. Suamiku adalah sosok tercita. Sebelum syahid, saya sempat berbincang menanyakan kondisi saya dan keluarga.

‘Apa kabar?’ katanya.
Saya jawab, ‘Kami semua baik.’
Saya tanyakan kepadanya, ‘Beredar kabar aparat menggunakan senjata api?’
Ia menjawab, ‘Saya baik-baik saja.’
Saya tanyakan, ‘Saya dengar ada dua syahid yang menjadi korban!’
Ia menjawab, ‘Saya baik-baik saja.’


Saya pun menangis.

Lalu ia berkata di ujung telpon, ‘Habibi, tetaplah teguh pendirian, apapun yang terjadi nanti. Insya Allah, dirimu akan selalu baik-baik saja. Insya Allah, negara tercinta kita Mesir akan baik-baik saja. Putri semata wayang kita akan baik-baik saja. Titip kabar untuk putri kita, bahwa ayahnya mengirim salam dan doa agar ia baik-baik saja!’
Saya jawab,’Baik sayangku! Nih putri kita ingin mendengar suaramu.’

Tak lama, putri kami mengembalikan telponnya. Saya dengar, suami saya mengucapkan Laa Ilaha Illallah. Lantas saya dengar suara asing di ujung telpon, ‘Saudariku …jaga diri. Urus putrimu baik-baik!’


Dada saya terasa sesak. Terlebih setelah saya tahu bahwa suami saya menambah daftar syuhada. Lalu ada suara yang teriak, ‘Kamu adalah musuh negara ini!’
Saya katakan,’Justru kamu yang musuh negaraa. Insya Allah, negara Mesir tanah air kami akan baik-baik saja.’

Suami saya telah syahid. Saya berharap Allah menerimanya sebagai bagian dari syuhada di sisi-Nya.Hasbunallahu wani’mal Wakiil.

****

Tak terasa, air mata saya pun turut berlinang. Betapa kader-kader Ikhwanul Muslimin tidak main-main memperjuangkan agama. Tidak sekedar retorika, atau pun teori basi yang hanya indah di buku-buku. Namun hampa di tataran aksi nyata.

This entry was posted in Berita, Uncategorized. Bookmark the permalink.