Fikrah dan Keimanan ini tidak akan berakhir dengan penangkapan Mursyid

dzerbakalvel-e-musul-n38583-1Ikhwanul Muslimin menyebut bahwa penangkapan atas Mursyid ‘Aam Muhamad Badie bukanlah soal politik melainkan rencana jauh-jauh hari sejak 11 Februari 2011 saat Presiden Hosni Mubarak tumbang karena kekuatan rakyat.

Selain juru bicara Ikhwanul Muslimin Ahmad Arif yang bereaksi atas peristiawa ini lewat laman facebook-nya.

Anggota muda kelompok ikhwan pun bicara soal penangkapan Mursyid ‘Aam Muhamad Badie dan perjuangan mereka. Dikutip dari ikhwan-online, inilah tanggapan pemuda Ikhwan.

1. Mereka mengulangi kata-kata Mursyid: “Revolusi kami adalah kata ‘aman’ dan akan terus tetap aman dan keamanan lebih kekal dari peluru”.

2. Militer menghujani kami dengan peluru saat melakukan aksi duduk di Rab’ah Al Adaweyah dan mengatakan kami teroris, tetapi ketika mereka menangkap Mursyid, tidak sebutir peluru pun yang dilepaskan. Tidakkah itu aneh?

3. Mereka telah membunuh Imam Hasan Al Banna dan Sayyid Qutub, apakah kita mati ? Apakah kita mundur? Berhentikah dakwah kita? Sesungguhnya fikrah dan keimanan ini tidak akan berakhir dengan penangkapan Mursyid.

4. Penangkapan pimpinan Ikhwan bukanlah hal baru.

5. Jika kejahatan merampas Mursyid, sesungguhnya keimanan akan menjadi Mursyid kami.

Muhammad Badie ditangkap Senin malam kemarin oleh pasukan keamanan di sebuah apartemen dekat Rabaa Al-Adawiya Square, tempat kamp protes massa pro Mursi yang telah membubarkan paksa pada hari Rabu pekan lalu. (ikhwanonline)

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.