Kader PKS dan 3 Aura Kemenangan

cinta-kerja-harmoni_pks-3-besarBy: Nandang Burhanudin

Pemilu 9 April 2014 tinggal menghitung hari. Ibarat pertandingan, hanya mereka yang memiliki cadangan energi lebih yang akan memenangkan pertandingan. Tentu kemenangan yang dimaksud adalah, kemenangan dalam memberi manfaat lebih yang ingi kita persembahkan kepada umat dan rakyat Indonesia tercinta.

Siapapun tahu, kaidah umum: faaqidus-syai laa yu’thi. Orang yang tuna, tak akan mampu memberi. Seheroik apapun teriakan takbir kita, tak akan lama sirna kendati hanya ditiup angin sepoi-sepoi. Sebagus apapun rancang juang, jika tak memiliki modal, kita harus siap menjadi pecundang.

Modal terbaik bagi kader PKS saat ini dan mendatang adalah kematangan. Ada tiga ciri kematangan yang mampu diubah menjadi energi kemenangan:
1. Kematangan yang direalisasikan dalam kemampuan menukar segala kebaikan yang dimiliki menjadi manfaat.

PR kader PKS adalah bagaimana mengubah energi ibadah yaumiyah menjadi energi tak kenal lelah mengadvokasi rakyat bawah. Mengubah semangat cinta-kerja-harmoni menjadi aksi antikorupsi, melayani rakyat sepenuh hati, dan memperjuangkan aspirasi tak kenal henti.

2. Kematangan yang diinternalisasi berupa kemampuan menjadikan kekurangan menjadi kebaikan.

Tragedi LHI terbukti gagal memecah soloditas internal kader. Justru kasus LHI menjadi pelecut bangkitnya spirit yang lama impotensi.

3. Kematangan dalam hal kemampuan menjaga keseimbangan dalam menjalani proses.

Berbicara proses, maka tak ada sim salabim prok-prok. Proses masih sangat panjang. Jika tak seimbang menjalani proses, bisa jadi kader-kader PKS akan mudah stress. Ujung-ujungnya tergiring pada tindakan anarkisme pemikiran. Mulai dari mudah mengkafirkan orang lain, hingga bersikap antipati dengan mencaci maki realitas yang nyata-nyata ia jalani. Stress ini yang kini melanda beberapa elemen Islam. Hingga pada akhirnya mudah dimanfaatkan Zionis-Salibis, untuk melanggengkan hegemoni mereka di dunia Islam.

Singkatnya, menang atau kalah di Pemilu 2014, ia hanyalah fase kehidupan. Karena kemenangan sejati justru terletak pada kemampuan mengelola 3 energi di atas. Wallahu A’lam.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.