Kader PKS, Jadilah Pejalan Jalan-Jalan Kebaikan

kepanduan1By: Nandang Burhanudin
****

“Untuk menempuh 400 meter, siput butuh waktu 37 jam. Sedang F1 hanya perlu 9 detik. Kini sudah bukan waktunya kita bicara soal apa Visi kita. Tapi seberapa cepat kita mencapainya.”

Gamal Albinsaid, dokter muda 24 tahun dari Malang. Namun di usia belia, ia mampu menyabet penghargaan bergengsi dari Pangeran Charles. Hal yang membuatnya mendunia, adalah; seongok sampah yang dijadikan asuransi pembayaran kesehatan masyarakat tidak mampu.

Anggaplah Albinsaid siput yang berjalan menempuh 400 meter dalam 37 jam. Akan tetapi siput yang bergerak dan fokus berjalan menuju target, jauh lebih baik dari gerakan sulap sim salabim prok-prok F1. Mengapa? Siput tak perlu lintasan sehalus F1. Ia bisa berjalan merayap. Sedangkan F1, berapa trilyun investasi yang dibutuhkan untuk sebuah F1.

Demikianlah dalam perjuangan menjadikan Indonesia sepenggal Firdaus. Kader PKS seyogianya fokus berjalan mengarungi cemoohan para pendengkur yang “nyinyir” dan selalu merindukan hadirnya F1, yang riset-modal-sains-teknologinya belum layak digunakan di Indonesia. Bukan karena F1 buruk. Tapi Indonesia belum memiliki landasan pacu ideal.

Anggap saja Pemilu 9 April 2014 sebagai terminal keberangkatan siput menuju Indonesia bersyariah. Lama memang. Namun saat seluruh kader PKS tetap berjalan menapaki jalan-jalan kebaikan, terus tak kenal lelah menyehatkan masyarakat, dan mampu menjadikan hal hina menjadi berharga. Saya meyakini, kader PKS akan mampu mencapai tujuan dibanding F1 yang bertenaga super, namun masih dalam khayalan dalam dengkur yang tak terukur.

Sekali lagi. Mari jadikan kita sebagai pejalan jalan-jalan kebaikan. Saat itu Allah akan selalu membimbing kita. Bisa jadi sesekali tersesat, namun atas izin Allah kita akan tahu jalan pulang dan menentukan arah kembali. kembali. Wallahu A’lam.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.