Pembantaian di Asy-Syaja’iyyah Gaza, Berkat Restu Pemimpin dan Raja Arab

bantuJALURGAZA – Masih ingat pembantaian kamp pengungsian Shabra dan Syatila Libanon yang menewaskan ribuan syahid. Komandan gugus tempur saat itu dipimpin oleh Ehud Barack dan Benyamin Netanyahu.

Keduanya hingga kini menjadi otak pembantaian di Asy-Sya’iyyah Gaza Senin kemarin yang menewaskan 45 orang syahid dan lebih dari 400 orang terluka. Mereka menghancurkan seluruh kawasan. Tak memedulikan yang dibunuh adalah anak-anak, orangtua, tempat ibadah, ataupun pepohonan.

Kita turut berduka. Namun yang paling membuat saya berduka adalah, bahwa pembantaian Asy-Syaja’iyyah berkat restu Presiden Obama, Presiden Mesir, dan juga izin dari beberapa kerajaan di dunia Arab yang “tidak suka” dengan keberadaan HAMAS yang tetap mendapat dukungan dan simpati masyarakat Gaza. Tentu semua restu dari raja-raja Arab terutama raja pemilik dua tanah suci, dilakukan secara sembunyi dan “di bawah tanah”.

Hal inilah yang diakui oleh ‘Amous Jal’ad, Direktur Politik dan Strategis di lingkup militer Israel yang sejak lama menjadi “pembisik berpengaruh” dalam setiap diplomasi Israel dengan negara-negara Arab. Ia menegaskan dukungan raja-raja minyak saat diskusi di James Dorothy Academy, “Ya. Semua dilakukan di bawah tanah. Tentu tak akan ada yang dilakukan dengan terang-terangan. Namun kerjasama keamanan antara kami (Israel) dengan Mesir dan negara-negara Teluk tengah berada di puncaknya. Kami bangsa Israel kini dapat menjalani kehidupan yang sangat baik terutama dalam hubungan keamanan dan diplomatik dengan bangsa Arab.”

Pantas saja Erdogan berang. Ia menegaskan saat acara buka puasa bersama, “Saya bicara terus terang. Negara-negara Barat kini tengah berusaha keras merancang agenda-agenda di luar Turki agar Turki mengalami konflik internal sehingga satu sama lain saling serang. Tujuannya jelas. Barat ingin, Turki tak berdaya.”

 

Oleh : Nandang Burhanuddin

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.