HAMAS : Biarkan kami merdeka atau lanjutkan peperangan !!

hamas_ak47

Ikut deg-degan menunggu pukul 08.00 pagi Jum’at ini waktu Palestina. Apa kira-kira keputusan yang akan diambil Israel dalam menanggapi tuntutan Kataib Al Qassam sayap militer Hamas mengenai kesepakatan gencatan senjata.

Hamas hanya memberikan dua alternatif; lepaskan embargo Gaza secara menyeluruh atau lanjut perang. Hamas dan rakyat Gaza sudah siap menghadapi peperangan dalam masa yang sangat lama, yang tidak akan terbayangkan oleh Israel.

Beberapa menit lagi insyaallah akan terjadi dua hal saja di Palestina; kalau bukan pekik takbir kemenangan rakyat Gaza atau pekik jeritan ketakutan penjajah Israel, karena al Qassam sudah siap untuk meluncurkan kembali roket-roketnya. Saya tidak mengira, kalau pernyataan “ke’izzahan” (kemuliaan dan kehormatan) Islam munculnya dari bumi yang dikira sangat lemah dan terjajah ini.
Pernyataan juru bicara al Qassam yang singkat, lugas, dan sangat tegas mengingatkan kita kepada surat-surat singkat Khalid bin Walid kepada setiap penguasa yang akan diperanginya.
“Masuklah ke dalam Islam, kalian akan selamat. Kalau tidak, jangan cela kecuali dirimu sendiri. Aku akan datang kepada kalian dengan sekelompok manusia dimana mereka merindukan mati bagaikan kalian sangat mengimpikan untuk tetap hidup”. (Panglima Islam: Khalid bin Walid).

Inilah Islam yang sebenarnya, yang mampu menetapkan sesuatu untuk dirinya, bukan atas komando, instruksi, dan mengikuti isyarat telunjuk orang lain. Bahkan Dialah yang akan menentukan segalanya kepada seluruh lawan dan musuh. Sampai para zalim bertekuk lutut di bawah kakinya. Hal ini hanya bisa dipahami oleh muslim dan mukmin sejati, yang tidak akan mampu diketahui oleh para munafik antek-antek musuh.
“…dan hanya milik Allah lah kemuliaan itu dan milik Rasul- Nya dan orang-orang yang beriman, akan tetapi orang- orang munafik tidak mengetahui”. (al Munafiqun: 8)

Ya Allah, muliakan lah Islam dan orang-orang muslim dan hinakanlah kemusyrikan dan oranng-orang musyrik serta orang-orang kafir.

Oleh: Zulfi Akmal

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.